September: Peluncuran Gerakan Melawan Pikun

Kaleidoskop 2016

September: Peluncuran Gerakan Melawan Pikun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 06 Jan 2017 10:05 WIB
September: Peluncuran Gerakan Melawan Pikun
Foto: Firdaus Anwar/detikhealth
Jakarta - Bulan September merupakan bulan Alzheimer sedunia. Untuk memperingatinya, tahun ini diluncurkan Gerakan Melawan Pikun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit yang menyerang lansia ini.

Gerakan ini digagas oleh Alzheimer's Indonesia dan serentak disosialisasikan di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Semarang. Hal ini dirasa penting karena semakin tinggi usia harapan hidup suatu negara, berarti makin banyak pula individu yang berada di kelompok lansia.

Akibatnya potensi pasien penyakit degeneratif seperti demensia bisa saja bertambah. Dijelaskan Deputi Direktur Alzheimer's Disease International (ADI), DY Suharya, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,2 juta pasien demensia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski baru sebatas perkiraan, namun dari hasil perhitungan peneliti King's College London dan ADI, angka ini bisa meningkat hingga 87 persen di tahun 2030 bila tak segera tertangani.

Selain itu, kondisi ini disebut akan berdampak pada perekonomian negara karena demensia adalah salah satu kondisi yang penanganannya memakan banyak sumber daya. "Biayanya di Indonesia bisa memakan sekitar Rp 28 triliun per tahun untuk ekonomi, sosial, dan sebagainya, sehingga tidak mungkin kita tidak melakukannya secara bersama-sama," kata Suharya

Solusinya, lanjut Suharya, tak hanya meningkatkan kesadaran tentang demensia maupun Alzheimer, tetapi juga memberikan pelatihan untuk caregiver sebab caregiver harus bisa mengerti, sabar, dan memaknai perilaku pasien di setiap tingkatan perjalanan penyakitnya.

Tak hanya itu, menurutnya, sistem kesehatan di Indonesia juga perlu disiapkan untuk bisa melayani pasien-pasien demensia. "Dari studi ada berbagai analisa cara untuk mengurangi biaya-biaya demensia sampai 40 persen. Yang jelas investasi yang diperlukan ada di caregiver training dan primary healthcare support," ujar Suharya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Meski demikian, Suharya bisa berlega hati karena kesadaran masyarakat akan penyakit ini perlahan mulai meningkat. Terbukti dari hasil survei yang dilakukan di tiga kota, yaitu Jakarta, Semarang dan Yogyakarta. Deteksi dini demensia meningkat mencapai lebih dari 100 persen.

Kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk deteksi dini demensia juga meningkat 300 persen dalam kurun tahun 2014-2015.

"Tadinya orang-orang nggak tahu kalau kerabatnya lupa-lupa. Dianggapnya bawel aja, mengada-ada, atau drama. Sekarang orang sudah mulai mikir 'oh jangan-jangan kena Alzheimer' baru dia datang ke rumah sakit ketemu dokter untuk ngecek," kata Dian Purnomo dari Yayasan Alzheimer's Indonesia (ALZI).

Dian juga mengungkapkan, di tahun 2013 hanya ada satu kota yang aktif melakukan kegiatan khusus untuk lansia. Namun dewasa ini sudah ada 10 kota yang aktif melakukannya.

Baca juga: Tanda-tanda Gejala Demensia Ini Perlu Anda Kenali

DKI Jakarta sendiri dikatakan sudah selangkah lebih maju dalam menghadapi kenaikan jumlah lansia dan potensi demensianya. Bertepatan dengan bulan Alzheimer, Jakarta meresmikan Pasukan Ungu.

Sebanyak 200 orang dari berbagai latar belakang, seperti dokter, tenaga kesehatan profesional, petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S), serta relawan bertugas meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dimensia, mengelola kegiatan-kegiatan aktif untuk lansia, jalankan program deteksi dini, hingga menjemput lansia yang mungkin ditemukan hilang.

Jakarta juga meluncurkan aplikasi bertajuk QLUE untuk mempermudah dan mempercepat penanganan lansia hilang dengan bantuan masyarakat yang melapor.

Akan ada Pasukan Khusus Penjemput Lansia (PKPL) yang mengantar lansia yang tersesat tersebut ke puskesmas terdekat. Apabila tak dijemput oleh keluarga dalam waktu 1x24 jam maka tim akan mengantarnya ke sasana atau Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW).

Baca juga: Pasukan Ungu Ini Siap Wujudkan Jakarta Kota Ramah Lansia

(lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads