Remaja yang identitasnya dirahasiakan itu berasal dari India. Ia adalah satu dari hanya enam kasus tumor di rongga hidung yang sangat langka, 'juvenile nasopharyngeal angiofibroma'.
Selama puluhan tahun, ia tak hanya sulit bernapas, tetapi juga tak bisa makan dan bicara. Hingga akhirnya ia ditangani oleh Dr JC Passey dari Loknayank Jaiprakash Narayan Hospital, New Delhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tumor ini bisa tumbuh di suatu tempat di antara hidung dan sinus para-nasal yang ada di dasar tengkorak, lalu merembet ke mata dan pipi, bahkan ke otak.
"Di kasus ini tumornya seolah-olah seperti kepala yang tumbuh di pipi pasien," imbuh Passey.
Baca juga: Nenek Berjuluk 'Pinocchio', Ternyata Ada Tumor Ganas di Hidung Panjangnya
Butuh waktu tiga jam untuk mengangkat tumor seberat 750 gram dari hidung remaja berusia 17 tahun tersebut. Selain itu, operasinya juga berisiko karena tumor tersebut dipenuhi pembuluh darah.
Oleh karena itu, tekanan darah remaja laki-laki ini juga harus ditekan agar terhindar dari risiko pendarahan yang bisa berakibat fatal karena dapat memicu pecahnya tumor tersebut.
"Ini sebenarnya bukan kanker, hanya tumor jinak. Tetapi karena ada tendensi pendarahan hebat, maka ini menjadi berisiko bagi si pasien," lanjut Passey.
Literatur medis menyebut hanya 65 pasien yang pernah didiagnosis dengan kondisi ini, dan enam di antaranya berada di nasal septum seperti halnya yang dialami remaja asal Kaushambi, Uttar Pradesh ini.
Awalnya ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan penanganan yang tepat karena tempat tinggalnya yang terpencil. Tetapi sejak operasinya berhasil, ia pun telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan secara total.
Baca juga: Kondisi Tak Biasa Bikin Hidung Orang-orang Ini Membesar (lll/vit)











































