Rabu, 01 Feb 2017 17:09 WIB

Utamakan Medis, Jangan Langsung Obati Kanker ke 'Orang Pintar'

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Seringkali para pasien kanker yang berobat ke dukun, 'orang pintar', atau pengobatan alternatif akhirnya menderita karena terlambat diobati. Oleh karena itu dokter selalu menyarankan agar pasien kanker mengutamakan cari pertolongan medis.

Wakil Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Dr dr Sonar Soni Pangoro, SpB(K)Onk, mengatakan salah satu tantangan terberat dalam penanganan kanker di Indonesia sekarang ini salah satunya adalah isu hoax. Pasien dapat dengan mudah mencari informasi kanker di internet namun tidak semua benar adanya.

"Kalau kita ketik kanker di internet itu ratusan ribu yang keluar. Sayangnya informasi itu kan bikin gemes mana sih yang bener mana yang hoax. Itu kenyataan yang sering dihadapi," kata dr Sonar dalam acara temu media Hari Kanker Internasional di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Sayangnya banyak pasien yang justru termakan informasi hoax. Karena pasien umumnya memiliki harapan besar untuk sembuh, hal itu yang kemudian dimanfaatkan dengan memberi janji-janji palsu.

Baca juga: Kalau Rutin Cek Kesehatan, Gejala Dini Kanker Bisa Dikenali

"Kalau saya tanya pasien kenapa sih bu datang udah (parah -red) kaya gini. Jawabannya sederhana 'iya dok saya kan coba-coba dulu. Katanya banyak orang pintar," cerita dr Sonar.

"Nah di situ salahnya. Kalau emang mau coba-coba ke orang bodoh dulu kaya saya (dokter), kalau saya enggak bisa baru ke orang pintar. Jangan dibalik. Kalau ke orang pintar dulu baru datang ke orang bodoh, saya udah enggak bisa apa-apa," lanjut dr Sonar.

Bila pasien memang ingin mencoba terapi alternatif, dr Sonar menyarankan agar berkonsultasi dulu dengan dokter. Terapi alternatif mungkin bisa dilakukan beriringan dengan terapi medis sebagai pelengkap.

Baca juga: Diet Tinggi Serat Bantu Pangkas Risiko Kanker Usus Besar (fds/up)