Selasa, 21 Feb 2017 11:07 WIB

Racun Siput Laut Berpotensi Jadi Alternatif Obat Pereda Nyeri

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Siput laut merupakan salah satu hidangan seafood yang lezat disantap. Di balik rasanya yang enak, ada manfaat bagi dunia kesehatan lho.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa salah satu spesies siput laut memiliki racun yang sangat kuat. Jika diolah dengan benar, racun siput laut tersebut memiliki potensi sebagai alternatif bagi obat pereda nyeri.

"Alam sudah mengalami evolusi sedemikian rupa sehingga memiliki kegunaan yang tak disangka-sangka. Kami tertarik menggunakan racun untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap sistem kerja saraf dan otak untuk meredakan nyeri," tutur Baldomera Olivera, Ph.D dari University of Utah, dikutip dari EurekAlert!.

Baca juga: Lawan Sel Kanker, Siput Laut Australia Diyakini Lebih Kuat dari Kemoterapi

Penelitian dilakukan dengan meneliti racun Conus regius, spesies siput laut yang umum ditemukan di perairan Karibia. Siput laut ini memiliki racun yang cukup kuat dan mampu membuat mangsanya lemas dan kaku sebelum dibunuh.

Olivera menyebut salah satu komponen racun yang bernama Rg1A memiliki kesamaan fungsi dengan obat-obatan pereda nyeri jenis opioid. Penelitian pun dilakukan pada mencit untuk melihat apakah suntikan Rg1A dapat membuat mencit kehilangan rasa nyeri.

Hasil penelitian menyebut satu dosis kecil Rg1A membutuhkan waktu 4 jam untuk bereaksi. Meski begitu, efeknya tidak langsung hilang dan bahkan berlangsung hingga 3 hari.

"Kami menemukan bahwa komponen tersebut mampu memblok reseptor penerima rasa sakit hingga 72 jam setelah disuntikkan," tutur J. Michael McIntosh, MD, peneliti lainnya dari University of Utah.

McIntosh menambahkan bahwa meski masih harus melakukan penelitian lanjutan, komponen racun siput laut ini merupakan alternatif yang tepat bagi obat pereda nyeri. Seperti diketahui, Amerika Serikat saat ini sedang mengalami krisis overdosis opioid yang sangat parah.

"Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana nantinya hasil studi ini dapat bermanfaat sebagai pencegahan rasa nyeri kronis. Dengan kata lain, timbulnya rasa nyeri kronis bisa dicegah bahkan sebelum nyeri itu muncul," tandasnya.

Baca juga: Gonggong, Nikmat Disantap Namun Bikin Kolesterol Tinggi

(mrs/vit)
News Feed