Dari hasil kegiatan Ketuk Pintu, dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kepuh, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, serta Kelurahan Samang Raya Kecamatan Citangkil.
"Hasil total satu kota 4.869, adapun jumlah orang yang discreening atau diedukasi adalah sebanyak 14.472 dan jumlah yang terduga TB 23 dan jumlah terkonfirmasi bakterogis itu ada 3 lalu jumlah terdiagnoasa itu ada 20," kata Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi saat video conference di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Sabtu (1/4/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil ketuk pintu, itu juga ditemukan penyakit TB tulang, lalu kusta, lalu juga ada jantung, buta dan penyakit jiwa," lanjutnya.
Foto: M Iqbal |
Baca juga: Pertama di Dunia, Inggris Kembangkan Cara Paling Cepat Diagnosis TB
Dari total 45 kelurahan, Pemkot Cilegon sudah melaksanakan kegiatan Ketuk Pintu di 5 keluarah. Dalam pelaksanaannya, kata Iman, kegiatan itu didanai bukan hanya dari kas daerah tapi juga dari CSR perusahaan yang ada di Kota Cilegon.
"Dari 43 kelurahan, sudah 5 kelurahan yang dilaksanakan Ketuk Pintu, itu bekerjasama bukan hanya dengan pemerintah daerah tapi juga dengan perusahaan, diharapkan dari perusahaan-perusahaan ikut mensupport kegiatan gerakan masyarakat Ketuk Pintu ini," paparnya.
Dalam video conference yang digelar di Balai Kota Jakarta dalam peringatan Hari TB sedunia itu juga digelar bersama daerah lain di antaranya, Provinsi Bali, Provinsi DI Yogyakarta dan Kota Cilegon.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengapresiasi Pemkot Cilegon karena berhasil menggandeng perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Saya apresiasi Bapak Wali Kota, tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, saya kira mereka (perusahaan) juga bisa ikut andil dalam program ini," kata Menkes.
Baca juga: Curhat Mantan Pasien MDR-TB yang Sembuh Total
(vit/vit)












































Foto: M Iqbal