Selasa, 11 Apr 2017 19:03 WIB

Bagaimana Efektivitas Vaksin HPV untuk Wanita di Atas 45 Tahun?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan primer kanker serviks bisa diberi pada wanita sejak usia 9 sampai 45 tahun, dengan rentang usia dan dosis berbeda. Nah, bagaimana jika vaksinasi HPV dilakukan wanita yang usianya sudah lebih dari 45 tahun?

"Kalau di atas 45 tahun, bukan nggak akan kena kanker serviks. Tapi kan efektivitasnya udah di bawah 80 persen. Makanya murid SD nggak mau divaksin itu gimana. Vaksin itu harganya mahal lho, satu vial RP 800 ribu," kata Prof Dr dr Andrijono SpOG, KFER dalam Forum Ngobras di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Baca juga: Hai Wanita! Ini Pesan Menkes untuk Cegah Kena Kanker Serviks dan Payudara

Dijelaskan Prof Andri, jika vaksin HPV diberi saat anak berusia 9-13 tahun, efektivitas proteksi terhadap kanker serviks sebesar 90 persen. Ketika diberi di usia yang lebih tua, efektivitas vaksin akan menurun. Misalnya saat diberi di usia 40 tahun, efektivitas proteksinya turun menjadi 80 persen.

"Makanya sampai wanita berumur 45 tahun, masih divaksin. Asal diskrining HPV negatif, boleh langsung divaksin. Kalau dulu, kanker serviks kebanyakan dialami mereka yang berusia 47 tahun tapi sekarang, menurun rata-rata pasiennya usia 30 tahun. Ketika divaksin di usia lebih muda, antibodi yang terbentuk lebih baik," tutur Prof Andri.

Vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks baiknya diberikan sebelum wanita aktif secara seksual. Hal ini karena saat itu, si wanita belum terkontaminasi virus HPV. Tapi pada wanita yang sudah aktif secara seksual, bisa saja dia sudah terkena virus HPV tapi karena imunitasnya bagus maka virus itu hilang sendiri. Pada wanita yang sudah aktif secara seksual tapi mendapat vaksin, proteksi vaksin masih efektif tapi angkanya hanya turun sedikit.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Dianjurkan Tetap Rutin Papsmear Meski Sudah Vaksin HPV (rdn/vit)
News Feed