Rabu, 26 Apr 2017 12:33 WIB

Keju yang Seperti Ini Diklaim Bisa Bikin Panjang Umur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: GettyImages/GoodHouseKeeping
Jakarta - Tak hanya enak, keju juga memiliki potensi untuk mencegah kanker bahkan memperpanjang umur. Tetapi ini hanya berlaku untuk keju jenis tertentu.

Ingin tahu keju yang mana? Dari penelitian yang dilakukan Texas A&M Institute of Biosciences and Technology ditemukan, aged cheese atau keju yang telah didiamkan minimal selama enam bulan seperti cheddar, brie dan parmesan dapat mencegah kanker jika dikonsumsi.

Ini karena menurut peneliti, keju-keju tersebut mengandung senyawa yang disebut spermidine. Spermidine diketahui mampu mencegah fibrosis hati, yaitu kondisi di mana terjadi pembentukan jaringan parut pada hati. Bila dibiarkan, fibrosis hati yang terjadi secara terus-menerus akan mematikan sel-sel hati itu sendiri.

Spermidine juga dikenal dapat melindungi tubuh dari hepatocelullar carcinoma (HCC), salah satu jenis kanker hati.

Namun sejauh ini peneliti baru berhasil mengujicobakan manfaat konsumsi keju (dalam hal ini spermidine-nya) ke tikus. Terbukti, tikus yang diberi suplemen berisi spermidine mengalami penambahan usia harapan hidup hingga 25 persen dan terhindar dari gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ hatinya.

"25 Persen itu peningkatan yang dramatis. Bila diterjemahkan ke manusia, usianya bisa mencapai 100 tahun lebih," kata peneliti Leyuan Liu, PhD dari Center for Translational Cancer Research, Texas A&M University, seperti dilaporkan Science Daily.

Baca juga: Studi Ungkap Makan Keju Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Persoalannya, manfaat ini baru bisa terasa jika manusia sudah diberi spermidine atau makanan yang mengandung senyawa ini di usia-usia mereka mulai makan makanan padat. Peneliti berpendapat ini tentu sulit untuk dilakukan.

"Teorinya, jika ingin memperoleh manfaat tersebut, kita bisa menggunakan beberapa alternatif, yaitu mengurangi kalori yang dikonsumsi dalam jumlah besar dan membatasi methionine (asam amino dalam daging dan sumber protein lain). Akan tetapi tidak makan daging sama sekali juga tidak baik bagi kesehatan, sehingga pendekatan dengan menggunakan spermidine dianggap lebih baik," tambah Liu.

Spermidine juga dapat dikonsumsi dalam jangka panjang jika bisa diubah ke bentuk suplemen. Liu sendiri optimis dengan pencapaian ini sebab spermidine adalah senyawa yang dihasilkan secara alami oleh makanan, sehingga efek sampingnya dirasa sangat minim.

Namun untuk sementara waktu, manfaat senyawa ini bisa didapat dari konsumsi sejumlah makanan. Selain keju, bahan makanan seperti jamur, kedelai, kacang-kacangan dan gandum utuh secara rutin juga diketahui dapat memberikan efek yang sama.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Makanan Tinggi Protein Bisa Bikin Cepat Kenyang (lll/vit)