Pria Ini Perbaiki Sanitasi di Desa dengan Daur Ulang Sabun Hotel

Pria Ini Perbaiki Sanitasi di Desa dengan Daur Ulang Sabun Hotel

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 10 Mei 2017 13:04 WIB
Pria Ini Perbaiki Sanitasi di Desa dengan Daur Ulang Sabun Hotel
Samir Lakhani, penggagas Eco-Soap Bank/ Foto: CNN
Jakarta - Pria bernama Samir Lakhani (24) ini sempat tinggal selama beberapa waktu di Kamboja. Di sanalah, dia melihat tingkat sanitasi terutama di daerah pedesaan kurang baik. Ide memperbaiki sanitasi masyarakat di sana pun datang dari sebuah sabun hotel.

Lakhani mengatakan, bagi sebagian warga Kamboja, sabun adalah barang mahal. Dia mengatakan inilah salah satu faktor anak-anak di pedesaan rentan sakit karena mereka tak bisa cuci tangan. Data UNICEF menunjukkan 1 dari 5 anak di Kamboja meninggal karena diare yang berkaitan erat dengan kurang baiknya sanitasi.

"Di tahun 2014, saya ingat melihat seorang ibu memandikan anaknya yang baru lahir di bak dengan deterjen bubuk dan air. Ini tidak akan pernah saya lupakan. Selama di Kamboja, saya tinggal di hotel dan saya sadar penggunaan sabun batangan masih jarang di sana," kata Lakhani dikutip dari CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Jika Tak Ingin Gampang Sakit, Rajin-rajinlah Cuci Tangan Pakai Sabun

Saat kuliah di University of Pittsburgh, Lakhani mendirikan Eco-Soap Bank, organisasi nirlaba yang mendaur ulang sabung batangan dari hotel di Kamboja kemudian didistribusikan ke orang-orang yang membutuhkan. Saat ini, organisasi tersebut menyerap 35 tenaga kerja lokal wanita. Sabun-sabun tersebut didaur ulang dengan disterilkan lebih dulu kemudian dibuat kembali dalam bentuk batang atau cair.

Sabun yang dibuat Eco-Soap Bank Sabun yang dibuat Eco-Soap Bank/ Foto: CNN


"Sejauh ini, lebih dari 650 ribu orang sudah merasakan manfaat dari program ini dan mendapat edukasi soal sanitasi. Yang membuat saya senang, ibaratnya kami menggunakan satu batu untuk menimpuk tiga burung. Kami mengurangi sampah sabun-sabun itu, mempekerjakan masyarakat setempat, dan mendistribusikan sabun ke penjuru Kamboja," kata Lakhani.

Ia mengatakan, sabun sulit diakses penduduk desa karena pendapatan mereka yang rendah dan kurangnya stok di pasaran. Meski sederhana, daur ulang sabun ini diyakini Lakhani ampuh mencegah wabah penyakit seperti kolera dan impetigo. Terkait pekerja di Eco-Bank Soap, mereka adalah masyarakat lokal yang mencari pekerjaan dengan pendapatan yang bisa diprediksi. Para staf di Eco-Bank Soap juga dibekali pelatihan bahasa Inggris dan kemampuan bisnis.

Baca juga: Ingatkan Anak Selalu Cuci Tangan Setelah Main Squishy, Ini Sebabnya (rdn/vit)

Berita Terkait