Hendak Vaksinasi HPV, Bagaimana Jika Sudah Aktif Secara Seksual?

Hendak Vaksinasi HPV, Bagaimana Jika Sudah Aktif Secara Seksual?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 16 Mei 2017 17:31 WIB
Hendak Vaksinasi HPV, Bagaimana Jika Sudah Aktif Secara Seksual?
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk mencegah kanker serviks perlu diberikan sebelum wanita aktif secara seksual. Mengingat sudah aktif secara seksual merupakan salah satu faktor risiko kanker serviks.

Sehingga, ketika seorang wanita belum aktif secara seksual, sangat dianjurkan melakukan vaksinasi dengan dosis tiga kali vaksin untuk seumur hidup, sesegera mungkin setelah berusia 10 tahun, demikian disampaikan dr Kartiwa Hadi Nuryanto SpOG(K)Onk dari Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri Ginekologi RS Cipto Mangunkusumo.

"Kalau yang sudah aktif secara seksual, pap semar dulu, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dulu, kalau normal vaksin. Kalau tidak normal, diobati dulu. Karena vaksin itu bukan mengobati tapi mencegah," kata dr Kartiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 4 Hal Soal Kanker Serviks Yang Terbukti Cuma Mitos

Jika tidak diobati tapi vaksinasi tetap dilakukan, hasilnya sama saja bohong karena tidak akan memberi pengaruh apa-apa. Dikatakan dr Kartiwa, vaksin yang diberi juga tidak efektif karena tujuan pemberian vaksin pada dasarnya melindungi diri dari infeksi yang belum berlangsung.

"Kalau infeksi sudah berlangsung jadinya sayang. Nah, kalau belum aktif secara seksual, tidak perlu deteksi dini tapi silakan vaksinasi," ujar dr Kartiwa.

Infeksi virus HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan kanekr serviks kebanyakan ditularkan ketika virus masuk ke vagina dan menempel di serviks. Terkait hal ini, dr Kartiwa menekankan pentingnya penggunaan kondom. Ia mengatakan, kondom bisa melindungi seorang wanita, lebih tepatnya melindungi tersentuhnya serviks dari penis.

"Jadi kalau kita lihat kondom itu sebenarnya bisa melindungi dari transmisi virus HPV. Terkait penggunaan alat bantu seks, kalau misal tukar-tukaran bisa ada risiko infeksi HPV. Tapi kalau punya masing-masing saya rasa nggak apa-apa. Jangan lupa, kebersihannya juga dijaga," kata dr Kartiwa.

Baca juga: Saat Kanker Serviks Ditandai dengan Keputihan Tak Berbau

Ingin tahu lebih jauh tentang kanker serviks? Simak video Bincang Sehat berikut ini:




(rdn/up)

Berita Terkait