Asyik, 23 Juni Libur! Ini Sederet Manfaatnya Bagi Kesehatan

Asyik, 23 Juni Libur! Ini Sederet Manfaatnya Bagi Kesehatan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 15 Jun 2017 15:04 WIB
Asyik, 23 Juni Libur! Ini Sederet Manfaatnya Bagi Kesehatan
Presiden Joko Widodo lewat secara resmi menetapkan 23 Juni sebagai cuti bersama Lebaran 2017. Simak manfaatnya bagi kesehatan di sini ya. (Foto: Keppres 23 Juni Cuti Bersama Lebaran)
Jakarta - Pemerintah secara resmi telah menetapkan 23 Juni sebagai cuti bersama Lebaran 2017. Dengan begitu, lebaran tahun ini ada 5 hari cuti bersama.

Keputusan itu resmi diteken Presiden Joko Widodo lewat Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama Tahun 2017 pada tanggal 15 Juni 2017. Keppres ini telah dimuat di situs Sekretariat Negara pada Kamis (15/6/2017).

Dalam Keppres ini, disebutkan bahwa tanggal 23, 27, 28, 29, dan 30 Juni 2017 (Jumat, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat) sebagai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah dan tanggal 26 Desember 2017 (Selasa) sebagai cuti bersama Hari Raya Natal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 8 Langkah Maksimalkan Long Weekend Demi Kesehatan (2)

Dengan begitu, total ada 10 hari libur yang bisa dimanfaatkan bersama keluarga, pasangan, kerabat dan juga teman terdekat. Nah, detikHealth pun merangkum beberapa manfaat yang bisa didapat dari libur panjang lebaran kali ini. Apa saja?

1. Bikin panjang umur

Kaitan antara liburan dengan panjang umur benar-benar ada. Studi yang dilakukan Dr Eric Schadt dari Icahn Institute for Genomics and Multiscale Biology, Mount Sinai, New York, melihat pengaruh liburan dan meditasi pada tubuh, dengan menganalisis panjang telomerase.

Telomerase merupakan enzim yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh.

Baca juga: Studi Buktikan Liburan Benar-benar Pengaruhi Gen dalam Tubuh Anda

Bertambahnya usia akan membuat telomerase semakin pendek. Namun mengontrol stres dengan meditasi dan liburan terbukti membuat pemendekan telomerase lebih lambat. Selain itu, sistem imun tubuh juga meningkat, membuat seseorang lebih sulit terserang penyakit.

Produsen telur asin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah meningkatkan produksi menjelang liburan lebaran 2017. Produsen telur asin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah meningkatkan produksi menjelang liburan lebaran 2017. Foto: Imam Suripto/detikcom
2. Tingkatkan gairah bercinta

Dari sebuah survei yang dilakukan pada 31 juta orang Inggris yang melakukan perjalanan sepanjang tahun lalu terungkap, 81 persen dari mereka mengaku mendapatkan manfaat dari berlibur.

46 persen mengaku lebih rileks, 42 persen lebih bahagia dan 35 persen mengatakan tingkat stres mereka menurun karena kegiatan tersebut. Namun tanpa disangka, peneliti juga menemukan manfaat tak terduga dari berlibur. Apa sajakah itu?

Baca juga: Manfaat Tersembunyi dari Liburan: Gairah Seks Melesat Tajam

20 persen responden mengatakan bisa tidur lebih nyenyak; 10 persen mengaku kesehatan kulit mereka membaik; 6 persen mengalami kenaikan gairah seks, dan 6 persen lainnya merasakan penurunan berat badan. Manfaat ini rata-rata berlangsung antara tiga minggu hingga tiga bulan lamanya.

3. Isi ulang energi positif

Pakar karir dari The Workplace Therapist, Brandon Smith, mengatakan libur panjang bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengeisi ulang energi positif.

Baca juga: Demi Kesehatan Jiwa, Jangan Malu Minta Cuti

PT KAI melalui PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour) menyediakan kereta wisata mewah untuk mudik libur lebaran. PT KAI melalui PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour) menyediakan kereta wisata mewah untuk mudik libur lebaran. Foto: Dok. PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour)
Dengan waktu 10 hari libur ini, ada baiknya Anda memberikan waktu sejenak bagi tubuh untuk istirahat dari emosi negatif di sekitar. Caranya mudah, lakukan saja hal-hal yang menyenangkan seperti pergi dengan teman, menonton film favorit, olahraga, tidur, dan dapatkan lebih banyak sinar matahari.

4. Kembalikan stabilitas emosi

Libur panjang di bulan puasa bisa dimanfaatkan untuk melakukan ibadah bersama keluarga. Dengan begitu, ibadah di bulan puasa tidak akan terganggu dengan pekerjaan kantor yang bisa sangat mengganggu stabilitas emosi.

Karena itu, manfaatkan libur panjang ini untuk mengembalikan stabilitas emosi Anda. Habiskan waktu dengan keluarga dan orang yang disayang akan lebih baik bagi kesehatan jiwa.

Baca juga: Usai Liburan Malah Makin Ngantukan? Ini Penyebabnya (mrs/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads