Psikolog dari Carnegie Mellon University mengetahui hal tersebut setelah melakukan penelitian terhadap 201 responden orang dewasa sehat. Data menunjukkan responden yang dulu waktu masih anak-anak orang tuanya bercerai akan jadi cenderung lebih mudah sakit.
Baca juga: Ini Dampak Psikologis yang Dialami Anak Saat Orang Tua Bercerai
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi para responden diisolasi dan sengaja dipaparkan terhadap virus penyebab pilek. Selama lima hari responden diamati untuk melihat bagaimana sistem imunnya bereaksi.
Hasilnya diketahui para responden yang dulu saat masih anak-anak orang tuanya bercerai dengan buruk memiliki kemungkinan 3,3 kali lebih tinggi mengembangkan gejala pilek. Menariknya hal ini tidak ditemukan pada responden yang dulu orang tuanya bercerai namun masih bisa tetap berhubungan.
Peneliti melihat responden yang orang tuanya bercerai dengan buruk memang lebih mudah mengalami inflamasi. Peneliti lain David Sbarra dari University of Arizona berkomentar kemungkinan ini karena perceraian yang buruk membawa tekanan mental hingga berdampak pada gaya hidup tidak sehat.
"Meski mungkin kita secara alami bisa melihat seperti ada proses sebab akibat dari perceraian orang tua terhadap kesehatan anak di kemudian hari, ada kemungkinan juga bahwa anak dari orang tua yang bercerai tidak berbicara satu sama lain punya perilaku yang tidak jauh berbeda," kata David.
Baca juga: Begini Cara Membagi Tugas Mengasuh Anak Setelah Perceraian
(fds/up)











































