MBSR adalah terapi stres yang terdiri dari meditasi, body awareness dan berbagai teknik pencegahan stres dan ansietas lainnya. Penelitian sebelumnya sudah membuktikan MBSR mampu mengurangi stres akibat nyeri kronis pada pasien kanker dan penyakit lainnya.
Baca juga: Obesitas Berisiko Diabetes, Tapi yang Kurus Juga Bisa Kena Lho
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 16 minggu, para partisipan yang mendapat terapi MBSR diketahui memiliki kadar gula darah yang lebih rendah 9 mg/dL dibandingkan kelompok yang mendapat edukasi soal diet dan olahraga. Selain itu, mereka juga memiliki kadar stres yang lebih rendah dan kualitas hidup yang membaik.
Baca juga: Obesitas dan Diabetes Bisa Dilawan Sekaligus
Hasil lainnya menyebut terapi MBSR membuat partisipan tidur lebih nyenyak dan jarang merasa cemas. Sayangnya, tidak ada efek berarti pada berat badan, kadar kolesterol ataupun respons terhadap hormon insulin.
"Penelitian ini membutuhkan lanjutan untuk melihat efek jangka panjang terapi MBSR bagi pasien diabetes dan obesitas. Ke depannya, MBSR bisa menjadi terapi standar untuk pencegahan dan penanganan diabetes," tutur dr Raja-Khan, dikutip dari Reuters.
Penelitian ini diterbitkan di jurnal Obesity.
Baca juga: Orang Tua Diabetes, Anak Berisiko Kena Diabetes?
(mrs/up)











































