Jumat, 28 Jul 2017 07:05 WIB

Tanggapan BPOM atas Aksi Obat Murah Bagi Pasien Hepatitis

Aisyah Kamalia - detikHealth
Menurut BPOM obat yang diinginkan pasien sudah masuk tahap review. (Foto: Firdaus Anwar)
Jakarta - Aksi demo untuk menyuarakan obat yang mahal bagi pasien dengan hepatitis kembali diselenggarakan pada Kamis (27/7/2017), bertempat di depan kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Salemba, Jakarta.

Unjuk rasa ini dihadiri oleh para demonstran dari berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergabung. Mereka menuntut segera disahkannya dua obat golongan Direct Acting Antiviral (DAA) yakni Declatasvir dan Velpatasvir.

Tak lama setelah aksi dimulai, Direktur Pengawasan Produksi Produk Terapetik BPOM, Togi Junice Hutadjulu, keluar dan menjawab aspirasi dari massa yang berkumpul.

Baca Juga: Pentingnya Jaga Kebersihan Agar Terhindar dari Hepatitis A

"Ini dalam proses review. Pihak pendaftar sudah menyerahkan dokumen, kami sudah evaluasi, mudah-mudahan hasilnya positif," jelasnya.

Pihak dari BPOM mengungkapkan bahwa pemerintah ingin memastikan terlebih dahulu kedua jenis obat ini memenuhi kualitas, aman dan efektif untuk pengobatan pasien dengan hepatitis. Sehingga, peluang sembuh 100 persen bisa terbuka dengan lebar.

"Kami harus melakukan panel dengan expert, kami komunikasikan rencananya awal Agustus," pungkasnya.

Baca Juga: Harapan Pasien Hepatitis C di Hari Hepatitis Sedunia: Sofosbuvir Ditanggung JKN (up/up)