Dari kacamata psikologi, semakin banyak orang yang tertarik menyaksikan pasangan mengikat komitmen mereka dalam pernikahan, ini bisa memengaruhi kualitas kebahagiaan pasangan. Dampak tersebut tidak terpengaruh oleh faktor pendidikan, religiusitas, dan ras.
Baca juga: Ragu Jelang Pernikahan? Begini Saran Psikolog
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini karena setiap individu akan berusaha untuk menjaga konsistensi antara apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan," tulis penelitian tersebut.
Ilmuwan sosial Paul Rosenblatt dalam studinya pada 1977 juga menerapkan gagasan ini, khususnya untuk pernikahan. Dia berteori, stabilitas perkawinan dan komitmen akan terjaga di awal periode perkawinan karena adanya seremonial dan publisitas pernikahan.
"Mengadakan pernikahan besar dengan banyak saksi akan menghasilkan hasrat yang lebih kuat untuk menjaga komitmen pernikahan itu sendiri," katanya.
Baca juga: Kata Pakar Soal Dampak Psikologis Pernikahan Kilat Ala Seleb (fds/fds)











































