Senin, 04 Sep 2017 13:35 WIB

Mengenal Fenomena Trypophobia, Ketakutan Melihat Objek Berlubang

Firdaus Anwar - detikHealth
Bagi yang punya trypophobia, foto biji bunga lotus kering ini bisa memicu rasa geli dan jijik. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Berbicara mengenai fobia atau ketakutan berlebih terhadap sesuatu, biasanya orang-orang memiliki satu atau dua hal umum seperti misalnya takut akan ketinggian, laba-laba, jarum, gelap, dan masih banyak lagi. Namun kadang ada juga ketakutan yang tak biasa seperti ketika melihat lubang-lubang.

Meskipun belum diakui secara resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), banyak ilmuwan dan psikolog menjaga eksistensi klinis trypophobia.

Baca juga: 10 Fobia Teraneh di Dunia: Memasak, Duduk dan Takut dengan Ibu Mertua (1)

Dikutip dari National Geographic, istilah trypophobia sendiri mulai populer ketika pada tahun 2009 seorang mahasiswa dari University at Albany menggunakannya dalam halaman facebook khusus kasus anekdot. Sejak saat itu ternyata cukup banyak orang yang mengalami sehingga menarik perhatian.

Studi pada tahun 2013 oleh peneliti dari University of Essex melihat sekitar 16 persen dari 286 orang dewasa bisa memiliki kondisi trypophobia. Peneliti berteori mengapa orang takut akan lubang-lubang karena hal ini mirip dengan pola yang dimiliki hewan berbahaya sehingga secara evolusi kita berusaha menghindarinya.

Namun studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Cognition and Emotion memiliki teori lain. Menurut Tom Kupfer selaku salah satu peneliti manusia punya ketertarikan negatif kuat terhadap objek berlubang karena jijik takut akan penyakit.

"Sudah diketahui secara luas bahwa rasa jijik membantu kita untuk menghindari penyakit dan patogen menular. Respons yang kita miliki terhadap gambar-gambar berlubang ini sepertinya merupakan respons alami kita untuk menghindari penyakit," kata Tom seperti dikutip dari National Geographic, Senin (4/9/2017).

Baca juga: 10 Fobia Teraneh di Dunia: Memasak, Duduk dan Takut dengan Ibu Mertua (2) (fds/wdw)