Rabu, 25 Okt 2017 11:05 WIB

Dampak Badai Harvey, Infeksi Bakteri Pemakan Daging Meningkat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Dampak Badai Harvey bukan sekadar rumah hancur dan banjir. Data menunjukkan Badai Harvey menyebabkan kasus infeksi bakteri pemakan daging meningkat. Foto: Dok. REUTERS/Adrees Latif Dampak Badai Harvey bukan sekadar rumah hancur dan banjir. Data menunjukkan Badai Harvey menyebabkan kasus infeksi bakteri pemakan daging meningkat. Foto: Dok. REUTERS/Adrees Latif
Jakarta - Dampak Badai Harvey di Amerika Serikat bukan sekadar banjir dan hancurnya rumah. Laporan terbaru menyebut Badai Harvey mengakibatkan peningkatan pada kasus infeksi bakteri pemakan daging.

Data dari Galveston County Health District, Texas, mengatakan ada 3 kasus infeksi bakteri pemakan daging di daerah yang terdampak Badai Harvey. 2 Orang meninggal dan satu lagi berhasil diselamatkan meskipun mengalami kecacatan.

Baca juga: Mengenal Bakteri Pemakan Daging

Korban meninggal pertama adalah Nancy Reed, seorang perempuan berusia 77 tahun asal Houston. Ia diketahui sebagai salah satu warga yang rumahnya terendam Badai Harvey.

Korban meninggal kedua bernama Josue Zurita, seorang relawan yang membantu membersihkan dampak Badai Harvey. Ia mengalami luka di bagian lengan dan didiagnosis mengalami necrotizing fasciitis sebelum akhirnya meninggal dunia.

J.R Atkins adalah salah seorang relawan yang pertama kali sampai saat Badai Harvey menyerang. Ia juga didiagnosis mengidap necrotizing fasciitis, namun berhasil selamat dan hidup meski harus mengalami beberapa komplikasi.

"Kami terkejut karena infeksi bakteri pemakan daging tergolong langka, tapi kami menemukan 3 kasus di daerah ini. Meski tidak mengejutkan karena bakteri pemakan daging senang di daerah perairan yang kotor," ujar Dr Philip Keiser dari dinas kesehatan Galveston County, dikutip dari CNN.

Beberapa bakteri dari golongan Streptococcus, Escherichia, Klebsiella, Clostridium, dan Aeromonas diketahui dapat menyebabkan necrotizing fasciitis. Ketika bakteri masuk ke dalam jaringan lunak tubuh, biasanya lewat luka yang tak dirawat dengan baik, ia akan tumbuh berkembang dan menghasilkan racun.

Racun ini lah yang kemudian dapat menghancurkan jaringan tubuh dan semakin luas oertumbuhan bakteri maka semakin luas pula jaringan yang hancur. Gejala yang ditimbulkan bisa ngilu, demam, meriang, keletihan, dan muntah-muntah. Pada kulit akan terlihat juga area merah yang perlahan menghitam tanda terjadinya kematian jaringan.

Baca juga: Hidup sang Gadis Hancur Karena Bakteri Pemakan Daging

(mrs/up)
News Feed