Senin, 06 Nov 2017 18:36 WIB

Rambut Kemaluan Rontok? Cek, Mungkin Ini Penyebabnya

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rambut rontok di kulit kepala bisa saja jadi hal yang wajar. Namun, bagaimana jika yang rontok adalah rambut kemaluan? Cek penyebabnya di sini. Foto: Thinkstock Rambut rontok di kulit kepala bisa saja jadi hal yang wajar. Namun, bagaimana jika yang rontok adalah rambut kemaluan? Cek penyebabnya di sini. Foto: Thinkstock
Jakarta - Rambut rontok di kulit kepala bisa saja jadi hal yang wajar dan sering dibicarakan. Namun, bagaimana jika yang rontok adalah rambut kemaluan? Sadar atau tidak, rambut kemaluan juga bisa mengalami kerontokan. Bukti tersebut bisa Anda lihat di dudukan toilet atau di lantai toilet. Memang tak drastis, hanya saja kerontokan terjadi perlahan seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari Livestrong berikut berbagai faktor dan kondisi yang bisa menyebabkan rambut rontok. Apa saja?

Baca juga: Duh! Rambut Kemaluan Rontok, Normal Nggak Sih?

1. Hormon

Gangguan keseimbangan hormon bisa menyebabkan kerontokan rambut kemaluan. Contoh penyakit Addison yang mempengaruhi kelenjar adrenal dan menghambat produksi sejumlah hormon, seperti hormon kortisol dan aldosteron. Kondisi inilah yang mengakibatkan rontoknya rambut ketiak maupun rambut kemaluan.

Contoh lainnya, angogenetic alopecia, atau kebotakan pada wanita, terjadi bila kadar dihydrotestosterone (DHT) meningkat. Kondisi ini mengecilkan folikel rambut, sehingga membuat rambut di tubuh rontok, termasuk rambut kemaluan.

2. Alopecia areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun, yang berarti folikel-folikel rambut diserang oleh sel darah putihnya sendiri, kemudian membuat rambut rontok. Penyakit ini diyakini memiliki dasar genetik, artinya terlahir dengan kondisi seperti itu, namun bisa dipicu oleh faktor lingkungan. Kerontokannya bisa terjadi di rambut kepala atau di seluruh tubuh, bisa juga rontk di rambut kemaluan.

Ragam penyebab rambut kemaluan rontokRagam penyebab rambut kemaluan rontok Foto: ilustrasi/thinkstock


3. Telogen effluvian

Pertumbuhan rambut memiliki tiga tahap: anagen (fase pertumbuhan), catagen (fase istirahat) dan telogen (fase shedding). Kejadian traumatis atau stres seperti persalinan, operasi besar atau infeksi berat dapat menyebabkan terhentinya proses pertumbuhan rambut hingga 90 persen. Ini artinya antara 6 dan 12 minggu setelah kejadian stres, kerontokan rambut kemaluan ekstrim bisa berlangsung, tak terkecuali pada rambut kemaluan.

4. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami sejumlah perubahan fisik, seperti munculnya keriput, termasuk hilangnya rambut kemaluan. Pada wanita yang tengah melalui proses menopause, kerontokan rambut kemaluan adalah sesuatu yang lumrah terjadi.

5. Obat-obatan

Ada banyak obat yang bisa memicu rambut rontok di kulit kepala maupun di daerah kemaluan. Obat psikotropika yang diresepkan untuk kondisi seperti depresi atau gangguan bipolar menghasilkan efek samping dari rambut rontok

Begitu juga dengan obat kemoterapi yang dikenal menyebabkan rambut rontok, termasuk rambut kemaluan. Jika mengalami hal tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Makin Panjang Rambut Kemaluan, Makin Mudah Rontok? (hrn/up)