Jumat, 24 Nov 2017 15:05 WIB

Maunya Olahraga yang Murah Meriah, Jawabannya Adalah Lari

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ingin olahraga yang murah meriah tetapi jelas menyehatkan? Jawabannya adalah lari. (Foto: Pool) Ingin olahraga yang murah meriah tetapi jelas menyehatkan? Jawabannya adalah lari. (Foto: Pool)
Jakarta - Ingin memulai gaya hidup sehat tetapi bingung dengan apa? Coba saja lari. Sejumlah pakar sepakat mengatakan lari memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Salah satunya mencegah datangnya berbagai risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Dengan kata lain, hanya dengan lari, Anda bisa panjang umur.

Itulah sebabnya lari disebut sebagai olahraga yang murah meriah. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology (JACC) di tahun 2014.

Penelitian ini melibatkan 55.000 responden berusia 18-100 tahun. "Dengan lari, umur mereka bisa bertambah tiga tahun lebih panjang, dan tidak ada jenis olahraga lain yang memiliki manfaat seperti ini," tandas peneliti seperti dikutip dari Men's Health, Jumat (24/11/2017).

Tak hanya itu, lari juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental Anda. "Sebab lari mampu mendorong produksi berbagai hormon, seperti endorfin yang memberi Anda rasa senang dan sejahtera," tutur Julien Schipman, ahli kesehatan olahraga dari France's Institute of Sport and Performance.

Baca juga: Sepele, Tapi Penting Bagi yang Baru Mulai Hobi Lari

Berdasarkan rekomendasi JACC, berlari 5-10 menit sehari saja sudah memberikan manfaat yang sama besarnya dengan jogging dalam hal mencegah munculnya risiko penyakit kardiovaskular.

Kendati demikian, pakar mengingatkan lari pun tak boleh sembarangan. Sebab lari bisa jadi olahraga yang berisiko tergantung pada usia, berat badan, riwayat kesehatan dan gaya hidup yang melakoninya.

"Belakangan kematian yang ada kaitannya dengan penyakit jantung seringkali tidak terdeteksi sampai akhirnya dipicu oleh olahraga lari," pesan ahli jantung, Stephane Cade.

Ini terbukti terjadi pada Andi Nursaidul, warga Depok yang meninggal dunia saat mengikuti ajang lari Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra 100 di Ranupane baru-baru ini.

Dari pemeriksaan dokter ditemukan bahwa penyebab kematiannya adalah serangan jantung, padahal Andi dikenal sebagai pecinta lari marathon dan BTS Ultra 100 bukanlah even pertama yang diikutinya.

Cade pun menyarankan bagi mereka yang belum pernah berlari untuk memeriksakan diri terlebih dahulu sebelum melakoni olahraga ini. Selain itu, pelari diminta tidak memaksakan dirinya agar terhindar dari cedera, semisal pada punggung bawah atau kaki, terutama lututnya.

Baca juga: Periksa Kesehatan, Langkah Pertama Sebelum Ikut Lomba Lari (lll/up)
News Feed