April: Rasanya Hidup dengan Skizofrenia, Gejala Stroke yang Terabaikan

Kaleidoskop Kesehatan 2017

April: Rasanya Hidup dengan Skizofrenia, Gejala Stroke yang Terabaikan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sabtu, 23 Des 2017 15:15 WIB
April: Rasanya Hidup dengan Skizofrenia, Gejala Stroke yang Terabaikan
Iman yang menyandang skizofrenia. (Foto: dok. pribdi)
Jakarta - Bulan April 2017 memuat beberapa kisah menarik dari dunia kesehatan. Ada yang menarik dan bikin haru, ada juga yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua.

Kisah Iman yang pernah mengaku sebagai rasul karena mengidap skizofrenia menarik perhatian. Ada juga curhat seorang ibu yang memiliki anak dengan kelainan langka Noonan syndrome.

Aktor Hamish Daud mengalami eksostosis karena sering menyelam. Psikolog membagikan tips agar bisa bebas stres tinggal di kota padat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terakhir, dokter mengingatkan soal gejala-gejala stroke yang sering diabaikan. Ingin tahu selengkapnya? Simak di halaman selanjutnya ya.

Baca juga: Maret: Bahaya Skip Challenge, Kisah Perempuan dengan 9 Kepribadian

1. Rasanya Hidup dengan Skizofrenia

Iman sekarang membuka warung di kediamannya. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Iman pernah merasa sangat yakin dirinya adalah seorang rasul. Tak dinyana, keyakinan tersebut muncul akibat gangguan jiwa skizofrenia yang dialaminya.

"Kebetulan nama baptis saya Yohanes Rasul. Dulu pada saat kambuh, saya selalu merasa diri saya ini adalah rasul. Saya juga merasa lahir sebagai ratu adil, satrio peningit," kisah Yohanes Rasul Iman Basuki Irianto dalam perbincangan dengan detikHealth.

Baca juga: Begini Rasanya Hidup dengan Skizofrenia

Tak ada yang percaya dirinya seorang rasul, sempat membuat Iman depresi dan bunuh diri. Beruntung kini masalah gangguan jiwanya sudah tertangani dengan baik dengan rutin minum obat dan periksa ke dokter, serta bergabung dengan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).

2. Eksostosis, Gangguan Pendengaran Pada Penyelam

Foto: (@hamishdw/Instagram)
Aktor Hamish Daud sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami eksostosis. Eksostosis adalah kelainan berupa pertumbuhan tulang abnormal pada kanal atau saluran telinga.

Kondisi ini kemudian mengakibatkan penurunan pendengaran. Jika tak kunjung diobati, penutupan bisa terjadi terus-menerus dan semakin mengurangi pendengaran pasien.

Baca juga: Hobi Menyelam dan Berenang Bisa Picu Eksostosis seperti Hamish Daud?

Beberapa literatur menyebutkan bahwa eksostosis telinga dipicu oleh paparan rangsangan dingin. Baik dari udara maupun air yang dingin. Maka dari itu, mereka yang hobi melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyelam, berenang atau surfing pun menjadi lebih berisiko eksostosis, dibandingkan mereka yang tidak.

3. Tips Hadapi Stres Tinggal di Kota

Foto: thinkstock
Tinggal di kota yang padat penduduk bisa menyebabkan stres. Psikolog Liza Marielly Djaprie dari Sanatorium Dharmawangsa mengatakan orang yang tinggal di kota perlu memiliki kemampuan lebih untuk mengelola stresnya.

Latihan meditasi dan mengatus napas merupakan salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Fokuskan pikiran terhadap kejadiaan saat ini, dan coba untuk tidak mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan.

Baca juga: Hidup di Kota Besar Rawan Stres, Begini Saran Psikolog

Selain dengan tehnik meditasi cara berikutnya yang dianjurkan oleh Liza untuk hadapi stres hidup di kota adalah dengan melakukan hobi. Setiap orang pasti punya aktivitas yang ia senangi dan sebisa mungkin sempatkan waktu untuk melakukan hal tersebut sebagai 'obat' untuk kesehatan jiwa.

4. Kenali Gejala Stroke yang Terabaikan

Foto: Thinkstock
Stroke bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani. Karena itu, kenala gejala-gejala stroke yang sering terabaikan berikut ini.

Gejala stroke yang sering terjadi di antaranya cara bicara yang menjadi cadel, serta penurunan fungsi gerak tangan dan kaki. Selain itu, bisa juga terjadi penurunan fungsi gerak pada tangan dan/atau kaki sebelah kanan atau kiri. Kemampuan bicaranya juga bisa menjadi menurun, bahkan bisa sampai tidak mampu bicara yang jelas sama sekali.

Gejala lain dari stroke yang perlu diketahui adalah ketika orang tersebut tidak bisa menggerakkan otot-otot di wajahnya, alias terasa kaku. Cobalah minta orang tersebut untuk tersenyum, jika terasa kaku atau bahkan tidak bisa, maka kemungkinan itu merupakan gejala stroke.

Perhatikan juga kemampuan melihat pasien. Seseorang dengan stroke juga bisa saja mengalami penurunan kemampuan melihat, baik pada salah satu mata maupun keduanya. Gejala lainnya, seseorang dengan stroke juga mungkin mengalami sakit kepala.

5. Curhat Ibu dari Anak dengan Noonan Syndrome

Foto: Suherni
Tidak ada tanda-tanda aneh yang dirasakan oleh Lala saat mengandung anak keduanya. Hanya saja ketika melahirkan, sang bayi ternyata mengalami kelainan genetik yang disebut dengan Noonan Syndrome.

Diutarakan Lala, anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki ciri fisik yang mudah dikenali, salah satunya terdapat webbed neck atau lipatan leher di belakang. Selain itu, ciri fisik lainnya adalah dahi terlihat lebih lebar dan letak kedua matanya tidak proporsional.

Baca juga: Curhat Lala, Ibu dari Anak dengan Kelainan Langka Noonan Syndrome

Sindrom Noonan bukan disebabkan oleh kelainan kromosom melainkan disebabkan oleh mutasi genetik, sehingga membuat perkembangan pada beberapa bagian tubuhnya menjadi terhambat. Maka itu, anak dengan sindrom ini cenderung memiliki tubuh yang kecil dibanding anak seusianya.

Lala menambahkan, tidak ada pengobatan khusus untuk anak dengan sindrom Noonan. Namun, imbuh Lala, perawatan dari sindrom Noonan sendiri mencakup cek fungsi hati serta organ lain secara berkala, termasuk darah.

Halaman 2 dari 6
Iman pernah merasa sangat yakin dirinya adalah seorang rasul. Tak dinyana, keyakinan tersebut muncul akibat gangguan jiwa skizofrenia yang dialaminya.

"Kebetulan nama baptis saya Yohanes Rasul. Dulu pada saat kambuh, saya selalu merasa diri saya ini adalah rasul. Saya juga merasa lahir sebagai ratu adil, satrio peningit," kisah Yohanes Rasul Iman Basuki Irianto dalam perbincangan dengan detikHealth.

Baca juga: Begini Rasanya Hidup dengan Skizofrenia

Tak ada yang percaya dirinya seorang rasul, sempat membuat Iman depresi dan bunuh diri. Beruntung kini masalah gangguan jiwanya sudah tertangani dengan baik dengan rutin minum obat dan periksa ke dokter, serta bergabung dengan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).

Aktor Hamish Daud sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami eksostosis. Eksostosis adalah kelainan berupa pertumbuhan tulang abnormal pada kanal atau saluran telinga.

Kondisi ini kemudian mengakibatkan penurunan pendengaran. Jika tak kunjung diobati, penutupan bisa terjadi terus-menerus dan semakin mengurangi pendengaran pasien.

Baca juga: Hobi Menyelam dan Berenang Bisa Picu Eksostosis seperti Hamish Daud?

Beberapa literatur menyebutkan bahwa eksostosis telinga dipicu oleh paparan rangsangan dingin. Baik dari udara maupun air yang dingin. Maka dari itu, mereka yang hobi melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyelam, berenang atau surfing pun menjadi lebih berisiko eksostosis, dibandingkan mereka yang tidak.

Tinggal di kota yang padat penduduk bisa menyebabkan stres. Psikolog Liza Marielly Djaprie dari Sanatorium Dharmawangsa mengatakan orang yang tinggal di kota perlu memiliki kemampuan lebih untuk mengelola stresnya.

Latihan meditasi dan mengatus napas merupakan salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Fokuskan pikiran terhadap kejadiaan saat ini, dan coba untuk tidak mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan.

Baca juga: Hidup di Kota Besar Rawan Stres, Begini Saran Psikolog

Selain dengan tehnik meditasi cara berikutnya yang dianjurkan oleh Liza untuk hadapi stres hidup di kota adalah dengan melakukan hobi. Setiap orang pasti punya aktivitas yang ia senangi dan sebisa mungkin sempatkan waktu untuk melakukan hal tersebut sebagai 'obat' untuk kesehatan jiwa.

Stroke bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani. Karena itu, kenala gejala-gejala stroke yang sering terabaikan berikut ini.

Gejala stroke yang sering terjadi di antaranya cara bicara yang menjadi cadel, serta penurunan fungsi gerak tangan dan kaki. Selain itu, bisa juga terjadi penurunan fungsi gerak pada tangan dan/atau kaki sebelah kanan atau kiri. Kemampuan bicaranya juga bisa menjadi menurun, bahkan bisa sampai tidak mampu bicara yang jelas sama sekali.

Gejala lain dari stroke yang perlu diketahui adalah ketika orang tersebut tidak bisa menggerakkan otot-otot di wajahnya, alias terasa kaku. Cobalah minta orang tersebut untuk tersenyum, jika terasa kaku atau bahkan tidak bisa, maka kemungkinan itu merupakan gejala stroke.

Perhatikan juga kemampuan melihat pasien. Seseorang dengan stroke juga bisa saja mengalami penurunan kemampuan melihat, baik pada salah satu mata maupun keduanya. Gejala lainnya, seseorang dengan stroke juga mungkin mengalami sakit kepala.

Tidak ada tanda-tanda aneh yang dirasakan oleh Lala saat mengandung anak keduanya. Hanya saja ketika melahirkan, sang bayi ternyata mengalami kelainan genetik yang disebut dengan Noonan Syndrome.

Diutarakan Lala, anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki ciri fisik yang mudah dikenali, salah satunya terdapat webbed neck atau lipatan leher di belakang. Selain itu, ciri fisik lainnya adalah dahi terlihat lebih lebar dan letak kedua matanya tidak proporsional.

Baca juga: Curhat Lala, Ibu dari Anak dengan Kelainan Langka Noonan Syndrome

Sindrom Noonan bukan disebabkan oleh kelainan kromosom melainkan disebabkan oleh mutasi genetik, sehingga membuat perkembangan pada beberapa bagian tubuhnya menjadi terhambat. Maka itu, anak dengan sindrom ini cenderung memiliki tubuh yang kecil dibanding anak seusianya.

Lala menambahkan, tidak ada pengobatan khusus untuk anak dengan sindrom Noonan. Namun, imbuh Lala, perawatan dari sindrom Noonan sendiri mencakup cek fungsi hati serta organ lain secara berkala, termasuk darah.

(mrs/fds)

Berita Terkait