Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 6.000 pasien berusia 50-70 tahun dalam kurun tahun 2003-2015 dari kelompok ras yang beragam dan mengidap beragam penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung dan serangan jantung.
Nyatanya pasien yang berstatus tidak menikah dalam studi, entah itu karena bercerai, menjanda/menduda, atau memang belum menikah berisiko lebih tinggi untuk meninggal karena sebab apapun dibanding pasien yang menikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan setelah peneliti mempertimbangkan faktor risiko penyakit jantung lain seperti diabetes dan merokok, latar belakang sosioekonomi, usia, jenis kelamin dan perawatan yang didapatkan pasien selama berobat.
"Namun tidak menikah masih memperlihatkan risiko kematian yang lebih tinggi," tutur Dr Arshed Quyyumi seperti dilaporkan ABC News.
Baca juga: Benarkah Bercinta Bisa Bikin Gagal Jantung?
Hanya saja Quyyumi belum dapat menemukan penyebab pastinya. Hal ini kemudian dijawab oleh pakar lain yang tidak terlibat dalam studi ini, Dr Matthew Dupre dari Duke University.
"Ini menunjukkan pentingnya relasi sosial kita bagi kesehatan, sehingga bila terjadi gangguan seperti ketika mereka harus melalui perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan ini nyatanya benar-benar bisa berdampak langsung dan lama bagi kesehatan kardiovaskular," katanya.
Studi sebelumnya juga mengatakan pasien jantung yang menikah di tengah pengobatan merasakan hasil yang lebih baik setelah menjalani operasi jantung.
Baca juga: 5 Tips Menjaga Jantung Selalu Sehat
(lll/fds)











































