Minggu, 01 Apr 2018 18:10 WIB

Ahli Parasit Tegaskan Cacing Mati Dalam Makarel Tidak Bahaya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Contoh spesies cacing Anisakis yang ditemukan dalam perut ikan. (Foto: Instagram) Contoh spesies cacing Anisakis yang ditemukan dalam perut ikan. (Foto: Instagram)
Jakarta - Sebanyak 27 merek ikan makarel kalengan ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI karena mengandung parasit cacing. Fenomena tersebut meresahkan warga karena diduga temuan cacing mati tersebut membahayakan.

Namun Prof.dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK dari Departemen Parasitologi FKUI menegaskan bahwa cacing jenis Anisakis Sp. yang ada dalam ikan makarel kalengan tersebut tidak berbahaya.

"Anisakis memang parasit, tapi parasit mamalia laut seperti lumba-lumba, ikan paus. Manusia (merupakan) hospes atau inang aksidental (tidak sengaja). Jika anisakis pada ikan kalengan termakan tidak berbahaya karena cacing sudah mati pada proses pengalengan (dipanaskan)," jelasnya kepada detikHealth, Minggu (1/4/2018).

Meski begitu dr Saleha menyarankan untuk tidak memakan ikan mentah atau setengah matang atau yang dimasak kurang matang, asap, atau diasinkan.

Ia menambahkan, "Anisakis bisa terdapat di ikan selar atau tenggiri dan lain-lain."

Karena manusia berpotensi untuk terkena infeksi dari larva cacing tersebut. Infeksi ini disebut dengan penyakit Anisakiasis.

Sebelumnya, Fahmi S.Pi seorang peneliti biota laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga telah menerangkan bahwa memang ada kemungkinan ikan segar mengandung parasit, namun dengan sejumlah catatan.

"Itu (Anisakis Sp.) termasuk bangsa cacing, jadi agak mudah matinya. Dipanaskan pada suhu 60 derajat saja sudah mati. Artinya cukup dimasak ikannya sampai matang (terutama baguan dalamnya) maka otomatis parasitnya kan mati," pungkasnya.

Ahli Parasit Tegaskan Cacing Mati Dalam Makarel Tidak Bahaya
(fds/fds)