ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Apr 2018 18:25 WIB

dr Terawan Sebut 'Cuci Otak' Sudah Teruji Secara Ilmiah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Penelitian tentang terapi 'cuci otak' yang dikembangkan dr Terawan Agus Putranto sudah diteliti di Universitas Hasanuddin Makassar (Foto: Widiya/detikHealth)
Jakarta - Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad dikenal dengan terapi cuci otak dengan menggunakan alat Digital Subtraction Angiography (DSA). Terapi ini menjadi kontroversi dan mencuat lagi setelah Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sanksi pemecatan sementara kepada dr Terawan.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Utama Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Senen, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018), dr Terawan mengatakan bahwa metode DSA sudah teruji secara ilmiah.

"Jadi kalau itu diuji secara ilmiah sudah dilakukan melalui disertasi, dan disertasi sebuah universitas yang cukup terpandang menurut saya adalah hal yang harus dihargai," ujarnya, Rabu (4/4/2018).

Dihubungi terpisah, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A juga telah angkat bicara soal kontroversi metode yang diteliti dr Terawan sebagai disertasi untuk mendapatkan gelar doktor di kampusnya tersebut. Menurutnya, tidak ada masalah dengan penelitian yang dilakukan.

"Dari aspek akademik. Temuan dr Terawan yang ambil S3 di Unhas tidak ada kekeliruan dalam metoda menurut promotornya, Prof Irawan Yusuf, Professor Fakultas Kedokteran Unhas," katanya.



dr Terawan yang juga masih menjabat sebagai Kepala RSPAD itu menegaskan bahwa penelitian DSA tersebut dibuat oleh 6 orang yang salah satunya termasuk dirinya. Serta penelitian tersebutlah yang menjadikan keenam peneliti bergelar doktor.

"DSA sudah saya disertasikan di Universitas Hasanuddin bersama 5 orang yang lain. Berarti 6 orang bersama menjadi pohon penelitian riset yang cukup baik sehingga menghasilkan 12 jurnal internasional," jelasnya.

Tidak menampik adanya risiko kegagalan, maka dari itu dr Terawan mengatakan penelitian tersebut dibuat dengan cermat, detail, dan persiapan yang baik.

"Dan jangan lupa harus didukung doa," tandasnya.



[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT