Curhat dr Terawan 'Cuci Otak': Mohon Maaf Hati Saya Bersedih

Curhat dr Terawan 'Cuci Otak': Mohon Maaf Hati Saya Bersedih

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rabu, 04 Apr 2018 19:22 WIB
Curhat dr Terawan Cuci Otak: Mohon Maaf Hati Saya Bersedih
dr Terawan tampak lebih sumringah setelah mencurahkan isi hatinya (Foto: Widiya Wiyanti)
Jakarta - Dijatuhi sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) berupa pemecatan sementara, Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad banyak dihubungi oleh wartawan untuk meminta kejelasan.

Dalam beberapa hari terakhir, dr Terawan memang lebih banyak diam. Panggilan telepon maupun pesan singkat dari wartawan, sama sekali tidak pernah dijawabnya. Hanya sang ajudan yang menjawab, dan mengatakan bahwa Kepala RSPAD Gatot Soebroto tersebut sedang rapat.

Setelah mengantar rombongan Komisi I DPR RI, dokter yang menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto tersebut terlihat tersenyum lega. Meski terbilang masih irit bicara, ia sudah lebih terbuka melayani pertanyaan wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau angkat (telepon) tapi mohon maaf hati saya bersedih," curhatnya kepada wartawan di depan lobi Gedung Utama RSPAD, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ia pun mengatakan bisa tidur dengan lebih tenang setelah ini sambil bersenda gurau. Dan tak lupa menyampaikan banyak terimakasih.



Sampai detik ini, dr Terawan mengaku belum diberikan surat apapun oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Saya ndak menanggapi itu karena saya tidak dapat suratnya. Saya harus dapat suratnya baru bisa mengomentari," tegasnya saat konferensi pers.

(wdw/up)
IDI (Belum) Pecat dr 'Cuci Otak'
73 Konten
Ikatan Dokter Indonesia menjatuhkan sanksi pemecatan pada dr Terawan Agus Putranto. Pernah jadi kontroversi dengan terapi 'cuci otak' berbasis Digital Substraction Angiography (DSA). IDI belum memecat dan masih memberi ruang pembelaan buat dr Terawan

Berita Terkait