ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Apr 2018 19:48 WIB

Sosok dr Terawan 'Cuci Otak' di Mata Pasiennya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Anita Kolopaking, salah seorang pasien 'cuci otak' dr Terawan Agus Putranto (Foto: Widiya/detikHealth)
Jakarta - Dokter yang terkenal dengan metode cuci otak dengan alat Digital Subtraction Angiography (DSA), Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad dijatuhi sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) berupa pemecatan sementara. Seorang pasien menyampaikan kesan-kesannya tentang sosok Kepala RSPAD Gatot Soebroto yang kontroversial tersebut.

Adalah Anita Kolopaking (54), seorang pengacara yang baru saja menjalani terapi Digital Subtraction Angiography (DSA) dengan dr Terawan. Ia menjalani terapi untuk gangguan pembuluh darah di otak bagian kirinya pada Selasa (3/4/2018).

"Saya baru ketemu (dr Terawan) Senin minggu lalu (26/3/2018). Hari Senin lalu tanggal 2, saya dilakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), tanggal 3 itu DSA," ujarnya saat ditemui di depan Paviliun Kartika Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Anita mengaku kepalanya terasa sakit sekali sebelum menemui dr Terawan. Namun setelah dilakukan terapi DSA tersebut, Anita mengaku merasa lebih baik.

"Nyaman saja merasa lebih baik," tegasnya.

"Dari hasil MRI itu tindakannya baru kemudian haari Selasa, tindakannya (DSA) less than 20 menit, paling 18 menitan," tambahnya



Anita mengatakan bahwa hasil dari MRI menyatakan bahwa pembuluh darahnya mengalami penipisan pembuluh darah. Menurutnya, penanganan yang diberikan dr Terawan sangat memuaskan.

"Sangat bagus pelayanannya, even dia nggak kenal saya siapa, saya baru kenal dia minggu lalu, dia menangani saya langsung dengan sangat-sangat baik," tutur Anita.

Baru satu kali mendapatkan terapi tersebut, Anita disebutkan harus melakukan pemeriksaan kembali dengan dr Terawan satu bulan kemudian.

Bukan hanya Anita, sederet publik figur seperti Aburizal Bakrie, Dave Laksono, dan Krishna Murti juga pernah menjadi pasien dr Terawan untuk terapi cuci otak ini. Umumnya, mereka memberikan testimoni positif terhadap terapi dr Terawan.

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT