Kamis, 05 Apr 2018 14:05 WIB

Bincang Sehat

Lagi Ramai Bahas 'Cuci Otak', Kenali Dulu Gejala Stroke

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kesemutan seringkali disebut sebagai gejala stroke/Foto: thinkstock Kesemutan seringkali disebut sebagai gejala stroke/Foto: thinkstock
Jakarta - Terapi 'cuci otak' lagi ramai dibahas menyusul pemecatan dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Terapi ini diklaim bisa mengatasi stroke.

Serangan stroke kerap ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari bicara pelo hingga lumpuh sebagian. Salah satu yang juga sering disebut adalah kesemutan. Benarkah kesemutan pertanda stroke?

Kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut sebagai paresthesia terjadi karena ada tekanan di atas titik saraf secara terus-menerus. Kesemutan sebenarnya termasuk normal karena biasanya hanya bersifat sementara waktu saja dan bisa pulih dengan cepat.

Seperti yang disampaikan oleh dokter bedah saraf, dr Roslan Yusni Hasan dalam video Bincang Sehat, kesemutan bukan serta merta tanda-tanda stroke. Namun, jika ada keluhan yang tidak biasa sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

"Tapi kesemutan itu bukan selalu tanda-tanda dari stroke lho ya," tegas dr Ryu, panggilan akrabnya.



Menurut ia, terjadinya kesemutan bisa saja karena penyakit tertentu, misal diabetes. Akan tetapi, apabila mendadak ada perasaan kesemutan di satu sisi saja, seperti pada tangan kanan, kaki kanan maupun wajah kanan, sementara bagian tubuh sebelah kiri tidak, maka itu perlu diwaspadai.

"Nah ini harus waspada adanya stroke. Tapi kalau kesemutannya setiap pagi tapi malam tidak ada, biasanya yang paling sering justru karena kemunduran fungsi saraf secara menyeluruh bukan karena stroke," terangnya.



Penjelasan dr Ryu seputar kesemutan dan stroke bisa disimak di video berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]

(hrn/up)
News Feed