Selasa, 10 Apr 2018 08:30 WIB

Bank Sperma China 'Hanya Terima' Donor yang Loyal ke Partai Komunis

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Biasanya untuk menjadi donor seseorang hanya perlu menjalani tes kesehatan saja. Namun bank sperma di Peking University Third Hospital, China, punya syarat tambahan yaitu donor mesti loyal ke Partai Komunis yang berkuasa.

Menurut laporan Reuters yang dikutip pada Senin (9/4/2018) pengumuman tersebut pertama kali diunggah oleh satu akun di media sosial Wechat. Saat itu tertulis bahwa bank mencari donor pria yang "punya pola pikir baik", cinta terhadap "sosialisme serta tanah air", dan "mendukung kepemimpinan partai".

Beberapa hari kemudian unggahan tersebut diubah menghilangkan referensinya terhadap partai komunis namun tetap menyebut perlu pria dengan "karakter yang baik".


Bagi pria yang tertarik dapat datang mendonorkan spermanya hingga tanggal 23 Mei mendatang. Setiap donor akan mendapatkan imbalan sampai sekitar Rp 12 juta.

Meski China dulu sempat menjadi salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi di dunia, kini negeri Tirai Bambu tersebut mengalami kemunduran. Ini karena keberhasilan program pemerintah yang dulu keras menerapkan kebijakan satu anak per keluarga.

Meski kebijakan satu anak sudah dicabut pada tahun 2015 lalu, namun hingga 2018 tidak ada peningkatan kelahiran yang berarti.

Kebanyakan pasangan muda saat ini merasa memiliki anak malah jadi beban tambahan dalam hidup sehinga memilih untuk menunda kehamilan. Hal yang terjadi juga di beberapa negara dengan pertumbuhan penduduk yang rendah.

(fds/up)