Jumat, 27 Apr 2018 14:40 WIB

Ramai Bisnis Ridesharing, Dokter Ingatkan Bahaya Kelelahan

Firdaus Anwar - detikHealth
Hati-hati ancaman kelelahan di jalan. (Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom) Hati-hati ancaman kelelahan di jalan. (Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Jakarta - Menjamurnya bisnis ridesharing membuat orang-orang jadi lebih banyak menghabiskan waktu di jalan. Hal ini disebut American Academy of Sleep Medicine (AASM) berisiko meningkatkan kasus kecelakaan bila tidak dibarengi dengan peningkatan kesadaran terhadap bahaya kelelahan.

Dr Indira Gurubhagavatula dari University of Pennsylvania mengatakan kelelahan adalah faktor yang sering jadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu pemerintah, perusahaan, profesional medis, dan penegah hukum perlu melihat kelelahan sebagai masalah kesehatan publik.

"Lelah saat berkendara hal yang umum... Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadikannya sebagai risiko kesehatan yang nyata," ungkap Dr Indira seperti dikuip dari Reuters, Kamis (26/5/2018).

Menurut para ahli di AASM banyak pengendara di bisnis ridesharing ini punya pekerjaan lain dan hanya berkendara saat senggang. Nah hal ini bisa menyebabkan seseorang jadi kurang istirahat dan tidak konsentrasi di jalan.

Menurut Dr Indira perusahaan mungkin bisa menerapkan kebijakan agar orang-orang istirahat setelah beberapa jam berkendara. Selain itu perlu juga pedoman dan aturan khusus untuk menjaminnya.

"Ketika kurangnya jam tidur seorang pengendara menumpuk, maka risiko kecelakaan akan meningkat. Kehilangan tidur dua jam saja sudah bisa membuat pengendara hilang fokus seperti orang mengemudi mabuk," ungkap Direktur Advokat Keamanan Jalan AAA, Jake Nelson.
(fds/up)
News Feed