Kamis, 03 Mei 2018 11:06 WIB

Kenapa Mahal? Racun Kalajengking Banyak Manfaat Namun Susah Dicari

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Peneliti zoologi menyebut ada beberapa alasan mengapa racun kalajengking menjadi salah satu komoditas termahal di dunia. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Racun kalajengking menjadi perhatian sejak Presiden Joko Widodo menyebutnya sebagai salah satu komoditas termahal di dunia. Jokowi mengatakan harga racun kalajengking bisa mencapai Rp 145 miliar.

"Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking," kata Jokowi dalam Musrenbangnas dalam Rangka Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Senin (30/4) lalu.


Omongan Jokowi tak salah. Peneliti zoologi, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syahfitri Anita, MSi, menyebut racun kalajengking memang merupakan salah satu komoditas paling dicari.

Ada dua sebab mengapa racun kalajengking bisa dihargai sangat mahal. Pertama, penelitian-penelitian menyebut racun kalajengking memiliki manfaat untuk dijadikan obat kanker hingga antimikroba.

Kedua, ketersediaan kalajengkingnya sendiri. Kalajengking tergolong hewan yang sulit dicari. Selain itu, hanya beberapa spesies kalajengking yang racunnya bisa digunakan untuk penelitian.

"Bisa mahal banget karena sudah ada penelitian yang menunjukkan manfaatnya. Tapi produksi racun atau venomnya dari kalajengking itu sangat sedikit, belum lagi kalajengkingnya sendiri susah dicari, makanya harganya jadi mahal," ungkap Syahfitri saat dihubungi detikHealth.


Dalam pernyataannya, presiden Jokowi menyebut harga Rp 145 miliar untuk satu liter racun kalajengking. Hanya saja menurut Syahfitri, racun yang dihasilkan satu ekor kalajengking maksimal hanya 0,5 miligram.

"Satu kalajengking itu saja paling banyak 0,5 miligram (racunnya). Harganya saja sudah mahal, apalagi jika dihitung jadi liter," tambahnya.

(mrs/up)