Kamis, 03 Mei 2018 18:42 WIB

Ilmuwan Senior Komentari Saran 'Ingin Kaya Cari Racun Kalajengking'

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Benarkah cari racun kalajengkin bisa bikin kaya? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Komentar presiden Joko Widodo soal harga racun kalajengking yang mencapai Rp 145 miliar per liter menuai beragam reaksi. Salah satunya dari peneliti senior Indonesia, Prof Amin Soebandrio.

Prof Amin menyebut pernyataan presiden Jokowi soal 'ingin kaya cari racun kalajengking' sejatinya tidak bisa diartikan secara harfiah. Menurutnya, komentar tersebut memiliki makna tersirat soal manfaat keanekaragaman hayati Indonesia.



"Saya menterjemahkan ucapan presiden tidak secara harfiah, mencari kalajengking begitu. Karena kalajengking juga kalau dijual sekilonya cuma berapa, racunnya juga setetes dua tetes," ungkap Prof Amin, ditemui di daerah Senayan, Jakarta Selatan.

"Menurut saya kalau kita mau tanda petik kaya, kita harus bisa memanfaatkan sumber daya alam kita. Bukan cuma tanaman, dan hewan yang kelihatan, tapi juga serangga yang kecil-kecil," tambah Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ini lagi.

Dikatakan Prof Amin, peneliti-peneliti dari luar negeri datang ke Indonesia tak hanya meneliti tanaman atau koral saja. Serangga dan hewan-hewan kecil seperti kalajengking dan laba-laba juga mendapat perhatian khusus, terutama soal mekanisme bertahan hidup mereka.



Racun pada laba-laba dan serangga sejatinya bukan untuk menyerang manusia. Prof Amin mengatakan racun adalah pertahanan diri hewan untuk bisa bertahan hidup. Karena itu jika diteliti, pemanfaatannya untuk manusia bisa sangat besar.

Ia mencontohkan sengatan lebah yang bisa menyebabkan syok hingga bengkak pada manusia. Dalam beberapa kebudayaan dan pengobatan tradisional, ada terapi sengatan lebah yang justru dipercaya memiliki efek menyembuhkan.

"Jadi kita di-encourage untuk melakukan penelitian ke arah situ. Saya percaya semua hal yang diciptakan di dunia tidak ada yang sia-sia. Hal yang kita anggap racun ternyata bisa saja punya manfaat," urainya.

(mrs/up)