Selasa, 08 Mei 2018 08:23 WIB

Transformasi Bocah Tergemuk di Dunia: 'Namaku Aria, Bukan Ariya'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aria kini sudah bisa lebih aktif bergerak setelah berat badannya susut 83 kg. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth)
Jakarta - Aria Permana sempat menyedot perhatian dunia ketika berat badannya menyentuh angka 192 kg di usia 9 tahun. Agustus 2016, media Inggris DailyMail menjulukinya sebagai World's Fattest Boy, alias Bocah Tergemuk di Dunia.

"Nama saya Aria Permana. Pakai 'i' ya bukan 'y'. A-R-I-A," celetuk Aria saat ditemui detikHealth di kediamannya di Tegalwaru, Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

Celetukan lugas Aria tersebut terlontar untuk meluruskan berbagai versi penulisan namanya. Berbagai media, termasuk detikHealth, salah menuliskan namanya menjadi 'Arya' atau 'Ariya'. Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) yang mencatatnya sebagai Anak dengan Bobot Terberat pun salah menulis nama Aria. Namun, bagi orang tua Aria, Ade (42) dan Rohayah (36), hal itu tak menjadi masalah.

"Nggak apa-apa, yang penting mah nyebutnya masih sama," kata Ade seraya tertawa.

Dengan berat badan nyaris dua kuintal, Aria yang pada waktu itu masih berusia 9 tahun sempat mengalami banyak kesulitan karena tak bisa berjalan dan geraknya yang terbatas.

Bahkan ia sempat harus berhenti sekolah karena kelelahan berjalan meski jarak sekolahnya hanya sekitar 200 meter. Ibunya juga harus turun tangan dengan membopongnya setiap kali ia mandi dan hendak buang air.



Transformasi Aria dari bobot semula 192 kg.Transformasi Aria dari bobot semula 192 kg. Foto: Dok. detikcom


Kisahnya menjadi viral dan menarik perhatian sejumlah pihak dan media. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana salah satunya, yang membawa Aria ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada Juli 2016. Di rumah sakit tersebut Aria ditangani 13 dokter yang terdiri dari dokter ahli gizi, kejiwaan serta sejumlah dokter dengan berbagai spesialisasi.

Berat badannya saat itu sudah sempat turun, akan tetapi Aria tak dapat menahan nafsu makannya. "Rasanya waktu itu laper banget. Paling sejam sekali laper," imbuh bocah yang sempat jadi juara kelas ini.

Lalu bocah kelahiran 15 Februari 2006 ini mendapat bimbingan dari binaragawan Ade Rai yang memberinya motivasi untuk mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Ade Rai tidak secara langsung mengajari Aria berolahraga, namun ia memberikan beberapa alat yang bisa membuat Aria lebih banyak bergerak, seperti bola, raket untuk bulu tangkis, barbel dan stamper.

[Gambas:Instagram]



Penyusutan berat badan Aria secara drastis terjadi setelah bocah itu menjalani bedah bariatrik di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang. Lewat operasi itu, lambung Aria diperkecil hingga tersisa sepertiga dari ukuran asli. Hasilnya, berat badan Aria kini menyusut sekitar 83 kilogram.

Aria terlihat cukup dewasa dan sangat bersemangat untuk anak seusianya. Ia menyikapi keadaannya dengan sangat positif, serta teman-temannya bahkan tak ada yang membullynya karena ukuran tubuhnya yang besar dan terhitung bongsor.

"Malah yang ada takut sama aku. (Aku) Mau kurus, mau main sama temen, mau bisa ke mana-mana, mau sekolah jauh. Ke SMPN 2 Pangkalan," ucapnya penuh harap.

Aria kini telah berhasil memangkas berat badannya nyaris satu kwintal.Aria kini telah berhasil memangkas berat badannya nyaris satu kwintal. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth)


Bagaimana kisah Aria hingga bisa segemuk itu? Simak juga video 20detik berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)