Selasa, 08 Mei 2018 11:17 WIB

Cemasnya Ortu Saat Aria 'Bocah Tergemuk di Dunia' Mau Operasi Lambung

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Operasi bariatrik hanya menyisakan 30 persen dari kapasitas lambung asli Aria Permana (Foto: Frieda/detikHealth)
Karawang - Ade Sumantri (42), ayah dari Aria Permana, bocah yang disebut oleh media asing sebagai World's Fattest Boy, mengaku sempat takut ketika diberitahu oleh dokter dari OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang, bahwa Aria akan menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung.

Menurut Mayo Clinic, bedah Bariatrik ini merupakan operasi untuk mengubah sistem pencernaan untuk membantu menurunkan berat badan, dengan cara memotong sepertiga lambungnya sehingga menjadi lebih kecil. Volume lambung yang lebih kecil membuat seseorang lebih cepat merasa kenyang.

"Di situlah kita dikasih tahu efek, bahaya-bahaya kegemukan. Yang paling parah kegemukan itu ya paling kematian," tutur Ade kepada detikHealth di kediamannya di Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Seni (7/5/2018).

"Kami menanyakan kepada dokter Handy Wing apakah ada hal lain atau cara lain untuk mengatasi bagaimana kegemukan Aria, ia menyarankan operasi penyempitan lambung," lanjutnya.

Operasi ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang mengalami obesitas. Dan Aria menjalani operasinya pada 17 April 2017 lalu, yang ditangani langsung oleh dr. Handy Wing, Sp.B, FBMS, FICS.

Pada awalnya, Ade dan istrinya, Rohayah (36) sempat khawatir operasi tersebut membahayakan anaknya karena ia tak pernah tahu mengenai operasi tersebut sebelumnya.

"Saya jujur aja, ya bayangan orang kampung namanya operasi pasti dibedah. Tapi dokter Handy bilang 'itu nggak seperti yang Bapak bayangkan'," lanjut pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sekuriti di salah satu pabrik kertas di Karawang ini.

[Gambas:Video 20detik]





Diceritakan olehnya saat itu dokter Handy sampai ditunjukkan video operasi, ditemukan dengan beberapa pasiennya yang berhasil menurunkan berat badan lewat operasi bariatrik. Ia menyebutkan operasi tersebut hanya menggunakan alat berbentuk seperti pulpen.

Singkat cerita setelah diyakinkan oleh dokter Handy, Ade dan Rohayah mengadakan musyawarah keluarga. Dan akhirnya pun disepakati agar Aria menjalani operasi tersebut, mengingat berat badannya yang hampir dua kuintal tersebut.



Berkat operasi tersebut, berat badan Aria turun drastis. Kini setelah setahun berlalu, dengan pola makan sehat dan olahraga berat badan Aria menjadi 109 kilogram.

Bahkan nafsu makan Aria juga terkendali, yang awalnya bisa makan berbungkus-bungkus mi instan dalam sehari, kini ia hanya makan nasi hanya sekitar lima sendok.

"Kadang beberapa kali makannya nggak habis," imbuh ibunya, yang menyiapkan makanan sehari-harinya ini.

Ketika ditanyai mengenai operasi, Aria menyebut ia sama sekali tidak takut. Karena ia mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi lebih kurus agar bisa bermain lagi dengan teman-temannya, dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pemain bola.

Aria saat masih gemuk-gemuknya.Aria saat masih gemuk-gemuknya. Foto: dokumen pribadi


(up/up)