Selasa, 08 Mei 2018 14:33 WIB

Jadi Bocah Tergemuk Sedunia, Benarkah Aria Mengidap Prader-Willi Syndrome?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aria si 'bocah tergemuk di dunia' (kaos biru) punya mimpi ingin jadi pemain bola. (Foto: Frieda/detikHealth)
Jakarta - Ketika perihal Aria sebagai bocah tergemuk di dunia viral di media sosial, banyak warganet yang mengira ia mengidap Sindrom Prader-Willi. Yaitu sebuah sindrom langka yang kerap diidap anak kecil yang menyebabkan mereka tak pernah merasa puas makan.

Ayah Aria, Ade Soemantri, mengisahkan bahwa masalah Aria sebenarnya bermula saat ia terserang diare parah di umur 5 tahun yang membuatnya kehilangan nafsu makan. Lalu, dokter anak yang pada waktu itu merawat Aria memberikan obat penambah nafsu makan.

Dari situlah masalah makan Aria bermula. Tiba-tiba ia memiliki nafsu makan yang tinggi. Ia lebih menyenangi mi instan, makanan berminyak, dan minuman manis.

"Kalau makan mi instan bisa sampai 2 bungkus sekali makan, kalau sehari berarti 6 bungkus, tiga kali makan. Sama sehari habis 20 gelas minuman manis, nggak minum air putih, sampai harus nyetok," tutur pria berusia 42 tahun ini, saat dikunjungi oleh detikHealth di kediamannya di Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

Hingga akhirnya berat badannya pun terus bertambah dan sempat mencapai 90 kilogram saat ia baru masuk SD. Ditambahkan juga oleh istrinya, Rohayah (36), ia khawatir akan hal tersebut, namun sebagai seorang ibu ia tak kuasa melarang anaknya untuk makan.

"Kalo saya kan ibu, kalo anaknya minta makan ya dikasih makan. Kalo Aria mau makannya banyak ya dikasih. Tadinya enggak kepikiran bakalan gini (badannya menggemuk)," imbuh sang ibu.



Dibandingkan ketika berat badannya masih 192 kg, Aria Permana sudah jauh lebih aktif dan bugar.Dibandingkan ketika berat badannya masih 192 kg, Aria Permana sudah jauh lebih aktif dan bugar. Foto: Frieda/detikHealth


Terlepas dari semua hal tersebut, Aria termasuk anak yang sehat dan tak memiliki riwayat sakit. Ia juga sempat mendapatkan pemeriksaan tubuh total ketika Aria dan kedua orang tuanya ke Jepang untuk memenuhi panggilan salah satu televisi nasional di sana.

"Kita seminggu di sana, dua hari pertama di rumah sakit dulu. Dikasi tahu dari A sampai Z, dari ujung kepala sampe ujung kaki, bahkan foto-fotonya dipajangkan, videonya dipajangkan, semuanya hasilnya sehat. Nggak ada yang fatal, cuma faktor kegemukan aja," tutur Ade dengan logat Sunda yang kental.

"Paling mah suka sesak napas gitu ya, karena lemak-lemaknya itu. Sama tidur jadi kebalik, siang tidur, malam bangun," imbuh istrinya.



Aria juga lahir normal seperti bayi-bayi pada umumnya. Ia lahir pada tahun 2006 lalu dengan berat badan 3,7 kilogram.

Aria Permana kini berusia 12 tahun dan beratnya sudah turun menjadi 109 kilogram dari 192 kilogram setelah menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung tahun lalu di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang.

Perubahan terbesar adalah pola makan yang diubah menjadi sangat sehat serta olahraga. Dan Aria yang lebih semangat beraktivitas serta bisa kembali ke sekolah lagi.

Beberapa pihak sempat membantunya untuk menurunkan berat badannya, salah satunya adalah binaragawan Ade Rai. Bahkan ia pun masih membimbing dan memotivasinya hingga saat ini.

Simak juga video 20detik berikut ini.

[Gambas:Video 20detik]




(up/up)