Rabu, 09 Mei 2018 17:56 WIB

Transformasi Bocah Tergemuk

Cerita Aria si Bocah Tergemuk dan Tawaran Operasi Gratis di Jepang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aria masih harus menurunkan berat badannya hingga 80 kg untuk bisa operasi lagi (Foto: Frieda/detikHealth)
Jakarta - Kisah Aria Permana asal Karawang yang sempat memiliki berat 192 kilogram memang menyita perhatian banyak pihak. Bahkan ia sempat terbang ke Jepang selama seminggu untuk memenuhi panggilan salah satu televisi nasional di sana.

"Kita seminggu di sana, dua hari pertama di rumah sakit dulu. Dikasih tahu dari A sampai Z, dari ujung kepala sampe ujung kaki, bahkan foto-fotonya dipajangkan, videonya dipajangkan, semuanya hasilnya sehat. Nggak ada yang fatal, cuma faktor kegemukan aja," tutur Ade Soemantri, ayah Aria, dengan logat Sunda yang kental, ketika ditemui di rumahnya di Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

Kala itu bulan November 2016, merupakan masa ketika berat badan Aria sedang puncak-puncaknya. Ia mengalami banyak kesulitan karena ukuran tubuhnya, seperti susah berjalan atau sekadar bergerak.



"Dari Jepang juga menawarkan dari pemerintah dan kerajaan sana juga dan rumah sakitnya udah konfirmasi kalau Aria mau operasi di sini seluruh biaya ditanggung semuanya," lanjut Ade.

Namun, Ade dan istrinya menolak tawaran tersebut dengan alasan lokasi yang jauh dan bahasa yang tidak familiar sama sekali. Mereka takut jika menerima tawaran tersebut malah justru semakin merepotkan.

Akhirnya mereka bertiga pun kembali ke Indonesia. Tak lama kemudian datanglah media asing lainnya yang membawa mereka ke Jakarta selama seminggu untuk liputan dan juga diberikan penyuluhan mengenai masalah penurunan berat badan.


Aria Permana mendapat tawaran operasi gratis saat berkunjung ke JepangAria Permana mendapat tawaran operasi gratis saat berkunjung ke Jepang Foto: Frieda/detikHealth


Dari situ datanglah tawaran dari Rumah Sakit OMNI Alam Sutera, Tangerang, untuk menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung untuk Aria. Dengan berbagai pertimbangan seperti juga efek dan dampak buruknya, pada April 2017 lalu ia menjalani operasi tersebut.

"Alhamdulillah ada hasilnya, bisa dibilang sukses, setahun bisa turun 83 kg. Kalau dulu dikasih mi instan dua bungkus sama satu piring nasi aja kurang, sekarang tuh kalau kadang lagi pengen, satu sachet bisa jadi tiga," kata pria berumur 42 tahun ini.

Selama setahun pasca operasi, Aria menjalani pola hidup sehat dan berolahraga. Ia bisa kembali bersekolah kembali dan melakukan olahraga favoritnya, yaitu sepak bola.


[Gambas:Video 20detik]



(up/up)