Jumat, 11 Mei 2018 13:08 WIB

Transformasi Bocah Tergemuk

Gemuk dan Mau Operasi 'Bariatrik' Lambung? Tak Sembarangan, Ini Syaratnya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Frieda/detikHealth
Jakarta - Selama ini kita lebih mengetahui solusi bagi mereka yang obesitas adalah dengan tindakan liposuction atau sedot lemak. Nama bariatric surgery atau bedah bariatrik masih sangat asing di telinga orang Indonesia.

Meski begitu, tindakan ini sudah lama berada di Indonesia. Hanya saja, minimnya sosialisasi dan dokter yang mendalami bidang ini menjadi salah satu faktor, menurut dr Handy Wing, dokter spesialis bedah yang menangani operasi bariatrik yang dijalani bocah obesitas viral asal Karawang, Aria Permana, pada tahun lalu.

Bedah bariatrik dapat dilakukan dengan banyak metode, dengan satu tujuan yaitu mengurangi kapasitas lambung yang nantinya akan mempengaruhi nafsu makan. Tiga metode bariatrik yang lebih populer adalah adjustable gastric band (mengikat lambung), laparoscopic sleeve gastric surgery (menyempitkan lambung), dan laparoscopic gastric bypass (memotong lambung).



dr Handy menjelaskan mengenai operasi bedah bariatrik pada lambung.dr Handy menjelaskan mengenai operasi bedah bariatrik pada lambung. Foto: Frieda/detikHealth


Tiap dokter tidak akan sembarang menyarankan operasi bariatrik ini kepada setiap pasien yang obesitas. Karena operasi ini hanya disarankan bagi mereka yang sudah dalam level obese, yaitu di mana indeks massa tubuhnya lebih dari 40 untuk standar Amerika, atau lebih dari 37,5 untuk orang Asia dan 32,5 dengan risiko tinggi penyakit degeneratif.

"Karena operasi ini bukan operasi kosmetik. Misalnya untuk lebih cantik karena banyak lemak. Tapi operasi ini untuk kesehatan, karena obesitas itu berbahaya bisa nyebabin segala macem. Obesitas itu penyakit kronik dan progresif yang dapat mempengaruhi banyak organ," tegas dr Handy kepada detikHealth, Rabu (9/5/2018).

dr Handy menyebutkan operasi ini merupakan solusi terakhir bagi mereka yang obesitas dan dengan diet ataupun olahraga tidak dapat menurunkan bobotnya. Dengan melakukan operasi bariatrik tingkat harapan hidup pasien obesitas meningkat dan risiko penyakit-penyakit degeneratif berkurang.

Bahkan, lanjut dr Handy, dalam kasus kasus tertentu juga dapat meningkatkan kesuburan, karena dalam beberapa kasus wanita yang obesitas juga mengidap polycystic ovary syndrome (PCOS) yang mempengaruhi fertilitas mereka.

[Gambas:Video 20detik]


(Frieda Isyana Putri/up)