Psikolog Bona Sardo, M.Psi, memaparkan beberapa ciri orang yang mengalami trauma teror bom. Mulai dari gejala fisik hingga psikis yang diakibatkan trauma berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bona juga menambahkan, jika setiap orang bisa memiliki level trauma yang berbeda. Bahkan pengalaman melihat langsung kejadian juga berbeda dengan pengalaman yang tidak langsung.
Jika sudah mengalami gejala panas dingin atau jantung berdegup lebih cepat mungkin bisa dikategorikan ke dalam trauma ringan. Berbeda dengan trauma berat yang mungkin mengalami flash back (kilas ingatan) pada kejadian pasca peledakan bom hingga terbawa mimpi, dan penanganannya harus ditangani oleh psikolog.
"Penanganannya berupa Psichologycal First Aid, yang pertama-tama menstabilkan emosi, mencari tempat 'aman' dalam imajinasinya, boleh dengan bantuan konselor jika bertambah parah harus dengan psikolog profesional," tutupnya.











































