Sabtu, 19 Mei 2018 12:07 WIB

Kedinginan Seperti Ini Saat Naik Gunung, Waspada Hipotermia

Nabilla Nuri - detikHealth
Naik gunung waspada hipotermia. Foto: Thinkstock Naik gunung waspada hipotermia. Foto: Thinkstock
Jakarta - Dinginnya suhu di gunung dan daerah dataran tinggi bisa membuat badan kedinginan, bahkan bisa sampai menggigil. Nah, bagaimana membedakan kedinginan biasa atau gejala hipotermia?

dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia mengatakan pada gejala hipotermia, kedinginan terjadi secara tak biasa, yakni ditambah dengan kehilangan kesadaran secara perlahan.


"Gejala yang mudah terlihat adalah penurunan kesadaran yang semakin dalam, awalnya seperti mengantuk, lama-kelamaan seperti pingsan lalu kondisi terburuk korban bisa mengalami henti jantung dan henti nafas (cardiac arrest dan respiratory arrest)," ujarnya, kepada detikHealth baru-baru ini.

Dari gejala yang muncul jika tidak cepat ditangani bisa menyebabkan kematian karena jantung yang tidak berfungsi dengan semestinya (henti jantung) dan nafas juga terhenti. Maka dari itu pertolongan pertama sangat perlu dilakukan dengan segera.

Pertolongan pertama secara klinis yaitu teraba akral (ujung jari tangan dan kaki) yang dingin dan nadi teraba kecil karena vasokonstriksi. Setelah itu gunakan passive warming dengan memberikan minum yang hangat hanya pada korban yang sadar.

Perlu diketahui juga, dry warming dengan menggosok-gosok bagian tubuh korban tidak di anjurkan. Hal tersebut dikarenakan saat hipotermia kulit menjadi kering akibat vasokonsi, sehingga bila di gosok akan menyebabkan kerusakan kulit yg nantinya akan menjadi pintu masuk infeksi bakteri.

(mrs/up)