Senin, 11 Jun 2018 15:43 WIB

Viral di IG, Ada Anak Autis Dilarang Naik Pesawat di Yogyakarta

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ada anak autis dilarang naik pesawat di Yogyakarta. Foto: Thinkstock Ada anak autis dilarang naik pesawat di Yogyakarta. Foto: Thinkstock
Jakarta - Beredar berita viral di media sosial mengenai curhatan seorang ibu yang mengeluhkan bahwa anaknya yang mengidap autisme tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Hal ini dibuktikan dengan unggahan foto pada akun @annahermawan, foto tersebut adalah Surat Keterangan Laik Terbang yang dikeluarkan Kantor Kesehatan Pelabuhan Yogyakarta pada tanggal 9 Juni 2018.

"saya punya anak autis cewek, dan udah sering bolak balik naik pesawat tanpa masalah, di maskapai yg sama. awal nya tiket kami hari sabtu kemaren, di ruang tunggu anak saya ga sabar pengen segera masuk ke pintu keberangkatan, oleh petugas di ajak ke posko kesehatan karena mungkin melihat perilaku yg agak aneh. di posko anak saya histeris karena melihat banyak nya orang yg mengawal dia, (kami seperti buronan narkoba yg tercyduk)," tulisnya pada unggahan foto, Senin (11/6/2018).

Setelah digiring ke posko kesehatan, anaknya yang diketahui berinisial NAS tidak laik terbang dengan alasan dapat membahayakan ketika berada di pesawat.

"selama ini anak kami selalu tenang kalo di pesawat. yang buat kami sedih, kenapa harus di bedakan penumpang normal dengan autis??," lanjutnya.


Berita viral tersebut pun mendapat perhatian netizen. Banyak yang menyayangkan atas sikap petugas bandara yang mencekal anak dengan berkebutuhan khusus seperti itu.

[Gambas:Instagram]


"Ya Allah sedih bgt baca ini.. sabar ya mba..," tulis akun @m*l*n_da***rel.

Bahkan tak sedikit yang berbagi cerita mengenai membawa anak yang mengidap autisme naik pesawat terbang.

"sy punya adek autis cew umur 21 thn, selama ini tidak ad mslah jika naik pesawat slagi membawa surat keterangan dr RT (karena tidak memiliki KTP) dan keterangan dokter..alhamdulillah baik2 aj..," tulis akun @u**e_b*ng*.

Dalam unggahan terbarunya, akun @annahermawan menjelaskan bahwa pihak maskapai telah menghubungi dirinya untuk meminta maaf. Ia menegaskan bahwa transportasi publik merupakan hak semua orang, termasuk yang berkebutuhan khusus, dan berharap ada pelayanan khusus serta prosedur yang jelas untuk kondisi seperti yang dialaminya.

detikHealth juga mencoba mengonfirmasi kepada pihak Direktoral Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait surat keterangan 'tidak laik terbang' berlogo Kemenkes tersebut. Namun hingga kini belum mendapat jawaban.

(wdw/up)