Jumat, 15 Jun 2018 14:10 WIB

Cara Elegan Menyikapi Pertanyaan 'Kapan Punya Momongan' di Hari Raya

Suherni Sulaeman - detikHealth
Cara elegan menyikapi pertanyaan kapan punya momongan di Hari Raya/Foto: Thinkstock Cara elegan menyikapi pertanyaan 'kapan punya momongan' di Hari Raya/Foto: Thinkstock
Jakarta - Seperti tak ada habisnya, yang jomblo ditanya kapan punya calon pasangan hidup, yang sudah punya calon pasangan hidup ditanya kapan disahkan di atas pelaminan.

Kemudian yang sudah menikah ditanya kapan punya momongan. Mungkin pertanyaan itu akan selalu membayang-bayangi sampai tujuh turunan kelak.

Menurut psikolog dari Ciputra Medical Center, Lotte Shopping Avenue, Christina Tedja, MPsi, secara garis besar menghadapi pertanyaan 'kapan punya anak' sebenarnya hampir sama dengan pertanyaan 'kapan menikah'.

"Namun, permasalahan kehadiran anak mungkin menjadi hal yang lebih sensitif sebab orang lain biasanya akan merembet bertanya soal kesehatan atau kondisi permasalahan yang menyebabkan belumnya memiliki anak," tutur Tina kepada detikHealth.

Jadi, imbuh Tina, bagi pasangan suami istri yang bersedia terbuka mengenai permasalahan belum memiliki anak mungkin bisa bercerita atau membagikan kisahnya dengan leluasa mengenai kondisi tersebut kepada orang lain.




"Eit, waspadai bercerita berlebihan terutama berkaitan dengan kondisi pasangan Anda karena bisa saja pasangan Anda tidak senang apabila Anda berbagi mengenai kondisi kesehatan kalian berdua kepada orang lain meskipun keluarga sekalipun," pesan Tina.

Terakhir, Tina menegaskan, bagi pasutri yang tidak bersedia berbagi mengenai kondisinya kepada orang lain, maka dapat memilih untuk keep smile and stay away.

"Atau bisa dijawab dengan 'Doakan yah biar secepatnya bisa hamil'. Tidak ada salahnya bertukar pikiran mengenai informasi dengan orang lain sehingga siapa tahu Anda memiliki referensi yang lebih luas untuk mendapatkan sang buah hati," tutur Tina.

(hrn/up)