Kamis, 28 Jun 2018 09:00 WIB

Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Jangan Sampai Depresi!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sedih timnas Jerman kalah? Hati-hati jangan sampai depresi! Foto: Reuters Sedih timnas Jerman kalah? Hati-hati jangan sampai depresi! Foto: Reuters
Jakarta - Wajar bagi seorang penggemar sepakbola bersedih apabila tim favoritnya alami kegagalan. Seperti yang terjadi setelah tersingkirnya timnas Jerman dari fase grup Piala Dunia 2018, psikolog peringatkan penggemar rentan terkena depresi.

Bukan tidak mungkin depresi menyerang, apalagi pada seorang penggemar. Steve Pope, seorang psikolog di Inggris menyebutkan bahwa ia kerap menerima pasien yang mengalami depresi yang dipicu oleh masalah sepakbola.

"Ada beberapa yang akhir pekannya berantakan cuma gara-gara sepakbola. Memangnya mereka bakalan debat dan merenung kalau timnya menang? Tidak, kan," ujarnya, dikutip dari Telegraph.

Ia mencontohkan ketika Steven Gerrard mengalami selip saat melawan Liverpool pada Champions League tahun 2014 lalu. Saat itu, gelombang emosionalnya sangat besar, bahkan menyebabkan depresi akut di antara para supporter.


Tonton juga 'Bijaksana Gunakan Medsos, Jangan Sampai Depresi':

[Gambas:Video 20detik]


"Membuat mereka tak bisa berkonsentrasi saat bekerja, lalu hubungan mereka goyah akibat tekanan berat. Bisa juga ada poin-poin tambahan dengan adanya friksi, rasa malu dan agresi sebagai konsekuensi. Bahkan ada suami-istri yang bertengkar karenanya, selipnya Gerrard terus-terusan dibahas," kata Pope.

Phil Banyard dari Nottingham Trent University mempelajari efek dari kegagalan pada penggemar sepakbola. menurutnya, sepakbola telah menjadi penggerak emosional yang sangat kuat.

"Kupikir di zaman modern ini kita mengkomodifikasi emosi, entah itu musik, politik atau olahraga. Kita direkayasa agar merasakannya. Media sekitar juga memicu peningkatan pikiran-pikiran instrusif. Beberapa penggemar benar-benar mengalami level patologis dari rasa kesal, obsesi dan kecemasan," terangnya.

Salah satu penggemar sepakbola di Inggris bernama Scott (23) menceritakan pengalamannya depresi ketika suatu klub favoritnya, Manchester City, kalah dari Liverpool dalam suatu pertandingan. Dia menyebut perasaannya malam itu sangat murung, sampai-sampai ia tak bisa bangun untuk bekerja.

"Aku tak bisa ngobrol dengan keluarga atau teman. Terdengar sangat irasional, tapi aku tak bisa berhenti memikirkannya. Tiap kali aku menyalakan radio atau televisi ada makin banyak reaksi pada permainan tersebut. Ada juga perasaan bahwa seburuk apapun perasaanku, aku tahu ada penggemar Liverpool di luar sana yang sedang berbahagia. Itu malah membuatku makin susah untuk menanganinya," ungkap Scott.

Ada lagi satu penggemar yang mengalami depresi, namun Alistair Moncrief berhasil menyembuhkannya dalam waktu singkat. Namun saat pemulihannya, ia menyebut justru merasa 'kosong' dan membuatnya kini berbeda saat menonton tiap pertandingan sepakbola.

"Sekarang kalau menonton pertandingan ada perasaan 'bodoh amat'. Momen-momen di mana ketika aku merasa tidak sependapat akan aku respon dengan mengangkat bahu, momen-momen di mana aku akan melonjak dari kursiku dan merangkul orang asing sekarang kurayakan dengan (kebanyakan) mengepalkan tangan," pungkasnya.


Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Jangan Sampai Depresi!
(frp/up)
News Feed