Selasa, 17 Jul 2018 13:30 WIB

Tak Perlu Cemas, Payudara Besar Bukan Penyebab Skoliosis

Christantio Utama - detikHealth
Beban berlebih saat mengangkat sesuatu lebih berpengaruh pada risiko skoliosis (Foto: thinkstock) Beban berlebih saat mengangkat sesuatu lebih berpengaruh pada risiko skoliosis (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bagi beberapa wanita memiliki payudara dengan ukuran yang besar adalah sebuah anugerah, tapi beberapa wanita lainnya menganggap bahwa payudara yang besar adalah sebuah masalah. Beban yang lebih berat di bagian tersebut dikhawatirkan memicu skoliosis.

Skoliosis adalah penyakit yang menyerang bagian tulang belakang manusia. Seseorang dengan skoliosis memiliki bentuk tulang belakang yang melengkung lebih dari 10 derajat dari posisi normalnya.

Labana Simanihuruk, B.Sc, seorang ahli penyakit skoliosis mengungkapkan bahwa wanita memang lebih berisiko terkena penyakit skoliosis. Tidak ada penjelasan pasti, tapi diyakini berhubungan dengan komposisi otot wanita yang lebih sedikit dibanding pria.

"Perbandingan wanita lebih besar terkena skoliosis dibanding laki-laki adalah 7 banding 1," tuturnya saat menghadiri seminar skoliosis di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).



Namun terkait soal ukuran payudara, Labana menepis hubungannya dengan skoliosis. Menurutnya, seseorang tidak serta-merta kena skoliosis hanya karena ukuran payudaranya besar.

"Ukuran payudara yang besar tidak memiliki hubungannya dengan skoliosis, tapi mengangkat beban yang terlalu berat bisa memicu penyakit ini ," ucapnya.

Untuk mencegahnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan khususnya oleh para wanita.

"Bisa melakukan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 40 menit. Dibandingkan berenang 10 menit, dengan berjalan kaki akan lebih efektif karena dapat memperkuat otot di tulang," kata Labana.

"Selain olahraga, mengganti posisi duduk yang menyilang juga bisa menghindarkan kita dari skoliosis," tutupnya.

(up/up)
News Feed