Beberapa Penyakit yang Kerap Dimitoskan Terkait Mandi Malam

Beberapa Penyakit yang Kerap Dimitoskan Terkait Mandi Malam

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Rabu, 18 Jul 2018 20:15 WIB
Beberapa Penyakit yang Kerap Dimitoskan Terkait Mandi Malam
Foto: Thinkstock
Jakarta -
Sejak kecil, kita sudah diimbau oleh orang tua kita untuk tidak mandi larut malam karena dapat menyebabkan sejumlah penyakit dan bahkan kematian. Padahal, sebenarnya hal tersebut hanyalah mitos belaka.

Sayangnya, mitos-mitos tersebut masih banyak dipercayai, apalagi memang refleks kita terhadap air dingin di malam hari sering kita salah artikan sebagai gejala penyakit. Berikut adalah beberapa mitos penyakit yang terjadi akibat mandi malam dan penjelasannya:



Rematik

Foto: Thinkstock
Kepercayaan mandi malam menyebabkan rematik itu timbul karena umumnya setelah mandi malam seseorang akan merasa ngilu di badannya. Akan tetapi hal tersebut dibantah oleh Ketua Indonesian Rheumatology Associations (IRA), Prof Dr dr Handono Kalim, SpPD-KR, yang mengatakan rasa ngilu bisa terjadi karena sensitifnya saraf terhadap sushu dingin dan mengartikannya sebagai rasa sakit.

"Rasa ngilu di tulang baru bisa dicurigai rematik jika sakit terasa di bagian persendian tulang dan menetap selama beberapa minggu. Tidak ada kaitannya mandi malam dengan rematik dan daripada tidak mandi sama sekali, ya mending mandi malam. Memang rematik itu banyak mitosnya ya," kata Prof Handono beberapa waktu lalu.

Karena banyaknya mitos yang beredar, Prof Handono mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap rematik yang sesungguhnya. Hal tersebut dikarenakan ada jenis penyakit rematik ganas bernama Artritis Rematoid (AR) yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kecacatan permanen.

Jantung

Foto: DW (News)

Mitos mandi malam yang sering juga kita dengar adalah dapat mengganggu kinerja jantung dan bahkan mengakibatkan kematian akibat serangan jantung. Dokter spesialis jantung, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, menyebut bahwa kabar tersebut tidaklah benar dalam kaitannya dengan jantung.

"Iya hoax. Tidak ada hubungan mandi di jam tertentu dengan melemahnya kinerja jantung," tegas dokter yang kerap disapa dr Ayu ini kepada detikHealth, Rabu (18/7/2018).

dr Ayu juga mengatakan bahwa mandi malam tidak memerlukan syarat tertentu, seperti misalnya mandi dengan air hangat. Hal ini disebabkan bahwa tubuh kita punya sistem pertahanan sendiri terhadap air dingin atau kondisi dingin dan tidak serta-merta langsung ke jantung.

Paru-paru basah

Foto: thinkstock
Menurut Mayo Clinic, pneumonia atau yang dikenal dengan paru-paru basah merupakan infeksi pada paru-paru dimana kantung peru-paru akan terisi cairan. Pneumonia hingga saat ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang berasal dari udara.

Pengidap biasanya mengalami batuk berdahak, sulit bernafas, hingga badannya menggigil. Namun hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa mandi malam dapat menyebabkan paru-paru basah.

Asam urat

Foto: ilustrasi/thinkstock

Asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada persendian, yang merupakan produk pemecahan dari zat purin, demikian dikutip dari situs WebMD.

Akan tetapi bagaimana mandi malam hari dapat menyebabkan asam urat tidak ada kaitannya karena penyakit ini lebih banyak disebabkan oleh faktor risiko seperti obesitas, minum alkohol, hipertensi dan fungsi ginjal abnormal.

Halaman 2 dari 5

Kepercayaan mandi malam menyebabkan rematik itu timbul karena umumnya setelah mandi malam seseorang akan merasa ngilu di badannya. Akan tetapi hal tersebut dibantah oleh Ketua Indonesian Rheumatology Associations (IRA), Prof Dr dr Handono Kalim, SpPD-KR, yang mengatakan rasa ngilu bisa terjadi karena sensitifnya saraf terhadap sushu dingin dan mengartikannya sebagai rasa sakit.

"Rasa ngilu di tulang baru bisa dicurigai rematik jika sakit terasa di bagian persendian tulang dan menetap selama beberapa minggu. Tidak ada kaitannya mandi malam dengan rematik dan daripada tidak mandi sama sekali, ya mending mandi malam. Memang rematik itu banyak mitosnya ya," kata Prof Handono beberapa waktu lalu.

Karena banyaknya mitos yang beredar, Prof Handono mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap rematik yang sesungguhnya. Hal tersebut dikarenakan ada jenis penyakit rematik ganas bernama Artritis Rematoid (AR) yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kecacatan permanen.

Mitos mandi malam yang sering juga kita dengar adalah dapat mengganggu kinerja jantung dan bahkan mengakibatkan kematian akibat serangan jantung. Dokter spesialis jantung, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, menyebut bahwa kabar tersebut tidaklah benar dalam kaitannya dengan jantung.

"Iya hoax. Tidak ada hubungan mandi di jam tertentu dengan melemahnya kinerja jantung," tegas dokter yang kerap disapa dr Ayu ini kepada detikHealth, Rabu (18/7/2018).

dr Ayu juga mengatakan bahwa mandi malam tidak memerlukan syarat tertentu, seperti misalnya mandi dengan air hangat. Hal ini disebabkan bahwa tubuh kita punya sistem pertahanan sendiri terhadap air dingin atau kondisi dingin dan tidak serta-merta langsung ke jantung.

Menurut Mayo Clinic, pneumonia atau yang dikenal dengan paru-paru basah merupakan infeksi pada paru-paru dimana kantung peru-paru akan terisi cairan. Pneumonia hingga saat ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang berasal dari udara.

Pengidap biasanya mengalami batuk berdahak, sulit bernafas, hingga badannya menggigil. Namun hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa mandi malam dapat menyebabkan paru-paru basah.

Asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada persendian, yang merupakan produk pemecahan dari zat purin, demikian dikutip dari situs WebMD.

Akan tetapi bagaimana mandi malam hari dapat menyebabkan asam urat tidak ada kaitannya karena penyakit ini lebih banyak disebabkan oleh faktor risiko seperti obesitas, minum alkohol, hipertensi dan fungsi ginjal abnormal.

(frp/up)

Berita Terkait