Selasa, 31 Jul 2018 18:17 WIB

Kebiasaan Sarapan Terbukti Mempengaruhi Prestasi Anak

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Tia Reisha/detikcom Foto: Tia Reisha/detikcom
Jakarta - Sarapan merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk mengawali hari termasuk untuk anak. Namun banyak orangtua yang membiarkan anaknya beraktivitas tanpa sarapan terlebih dahulu.

Padahal setelah tidur sekitar delapan jam, tubuh memerlukan asupan nutrisi ketika bangun di pagi hari. Nutrisi tersebut bisa dipenuhi dengan sarapan yang memiliki banyak manfaat, terutama untuk anak-anak.

"Saat tidur, organ-organ di dalam tubuh kita bekerja, seperti jantung, paru-paru, lambung, itu membutuhkan zat gizi, tidak hanya energi. Dan ketika kita bangun di pagi hari, hampir sepertiga kebutuhan harian kita sudah digunakan ketika tidur jadi itu perlu diganti atau di-replace," ujar Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, ketika ditemui dalam Press Conference Pentingnya Sarapan untuk Dukung Aktivitas Anak di Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Ia juga menyampaikan bahwa dengan sarapan bernutrisi, 25 persen sumber energi yang dibutuhkan tubuh akan terpenuhi sehingga anak bisa beraktivitas sepanjang hari.

"Menu sarapan yang bergizi adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air," lanjutnya.


Untuk itu, ia menyarankan agar anak rutin diberi sarapan sebelum beraktivitas agar tidak merasa lemas dan pusing serta mudah berkonsentrasi.

Sarapan juga memiliki pengaruh positif terhadap proses pembelajaran anak, termasuk mempengaruhi kinerja kognitif dan prestasi di sekolah.

Dengan rutin sarapan, lanjut Hardinsyah, anak bisa lebih fokus saat menerima pelajaran. Dengan begitu, prestasinya pun akan meningkat karena konsentrasinya tidak terganggu.

Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Ulul Albab, SpOG, mengatakan tubuh membutuhkan asupan energi rata-rata 30-35 kkal sehingga anak memerlukan sarapan ketika bangun di pagi hari.

"Pada saat istirahat tidur malam, terjadi metabolisme basal di mana organ tubuh tetap bekerja dan membutuhkan energi sehingga perlu asupan gizi saat bangun. Sehingga butuh sarapan bergizi agar tetap sehat dan siap konsentrasi," jelasnya.

Ia juga menjelaskan jika anak terbiasa melewatkan sarapan, maka jam makannya tidak akan teratur. Anak akan terbiasa sarapan saat menjelang siang, makan siang menjelang sore, dan makan malam di jam larut.

"Jika tidak sarapan, yang pasti pengosongan lambungnya kan jadi lebih lama sehingga efek ke lambungnya juga akan berpengaruh," jelas dr Ulul.


Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa anak yang sering melewatkan sarapan akan cenderung lamban dalam beraktivitas dan memiliki tingkat konsentrasi yang rendah. Sementara anak yang rutin sarapan dapat berkonsentrasi lebih baik dalam menerima pelajaran.

"Beberapa jurnal mengatakan bahwa ada korelasi positif antara sarapan dengan fungsi kognitif, terutama pada anak-anak sekolah dasar. Beberapa riset mengatakan bahwa ada perbedaan pada anak-anak yang terbiasa sarapan dan anak-anak yang tidak terbiasa sarapan, terlihat pada daya tangkap akademik dia terhadap pelajaran sekolah maupun prestasi akademiknya. Itulah mengapa sarapan itu sangat penting," jelasnya.

Salah satu menu sarapan bernutrisi yang dianjurkan oleh dr. Ulul adalah minuman sereal Energen.

"Di dalam satu bungkus Energen kalorinya sekitar 130 kalori, jadi ini melengkapi. Kalau dua bungkus atau dua gelas itu baru hampir sekitar seperempat dari kebutuhan gizi harian," pungkasnya. (ega/up)