Selasa, 14 Agu 2018 17:36 WIB

MUI Sulsel: Vaksin MR Boleh Dilakukan Jika Darurat atau KLB

Ibnu Munsir - detikHealth
Ilustrasi vaksin (Foto: Thinkstock) Ilustrasi vaksin (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
Makassar - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel memperbolehkan vaksin MR (Measles and Rubella) jika dalam kondisi darutat atau kejadian luar biasa. Namun MUI Sulsel tak memaksa siapa saja yang ingin atau tidak melakukan vaksin MR.

"Kalau rekomendasi darurat itu boleh karena menentukan darurat oleh ahlinya kalau darurat itu boleh, karena ada fatwa tingkat pusat dan berlaku semua daerah," kata Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muhammad Galib, dikonfirmasi detikHealth di Gedung Graha Pena, Selasa (15/8/2018).

"Belum ada sertifikasi halal dan itu kemudian menunggu. Kalau itu darurat itu boleh tanya dokter atau kondisinya KLB berarti darurat diperbolehkan dalam kondisi darurat," lanjutnya.

Prof Galib menjelaskan bahwa sesuai fatwa MUI No 4 sudah jelas upaya memelihara kesehatan bagian dari kehidupan manusia harus dilakukan agar tercipta generasi sehat.

"Saya kira MUI sudah jelas vaksin ini mengeluarkan fatwa terakhir fatwa no 4 sudah jelas upaya memeliihra kesehatan bagian dari kebutuhan. Hidup manusia dan urgen dilakukan bagi terciptanya generasi sehat," jelasnya.



Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mengatakan vaksin MR harus dilakukan lantaran berdampak pada 20 tahun ke depan bagi generasi akan datang. Olehnya itu, Dinkes Sulsel berharap sertifikasi halal segera dilakukan agar tak menimbulkan polemik halal atau haramnya.

"Kita menghimbau tidak mempersoalkan halal haram, tetap lanjut vaksi. kalau kita tidak lakukan sekarang 20 tahun ke depan akan terasa dampaknya. Kita harap segera dipercapat sertifikat halalnya, supaya kita di daerah tidak menimbulkan halal haram," terangnya," Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Bachtiar Baso.






Tonton juga 'Seputar Imunisasi dan Tips Mengatasi Demam Setelahnya':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
News Feed