Apapun yang akan kamu lakukan di long weekend ini, sebaiknya menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas. Jangan sampai libur long weekend justru bikin kesehatanmu menurun.
Agar kesehatan tidak terganggu, sebaiknya jangan lakukan 5 hal ini pada libur long weekend ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangun siang
|
Foto: admn
|
Hal ini bisa membingungkan jam biologis atau ritme sirkadian yang jelas bisa memengaruhi kesehatan kita. Tubuh akan merasa 'kaget' karena dengan pola tidur dan bangun yang tidak biasa.
Jadi weekend warrior
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Namun, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO mengatakan bahwa fenomena weekend warrior tidak sebaik olahraga teratur sebanyak 3-5 kali seminggu.
"Kalau olahraga sekarang, hasil perbaikan tubuh itu akan bertahan 2 x 24 jam. Misal olahraga di hari Senin maka akan bertahan sampai hari Rabu, setelah itu drop lagi," jelas dr Michael.
Kurva kebugaran seseorang yang menerapkan weekend warrior ini tidak akan stabil, saat hasil dari olahraga menghilang makan tingkat metabolisme tubuh akan menurun. Nilai positif dari olahraga pun juga akan berkurang.
Hangout sampai larut malam
|
Foto: (Thinkstock)
|
Nah, ini juga tidak baik lho bagi kesehatan. Pastinya ini akan memengaruhi pola tidur kita, kurangnya jam tidur dan waktu istirahat bisa membuat kesehatan tubuh menurun. Apalagi kalau tidak diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.
Gagal diet
|
Foto: Thinkstock
|
Sudah jelas terlalu banyak makan di long weekend dapat merusak kesehatan kita. Ditambah dengan makanan yang tidak terpilih dengan baik, makanan sehat atau tidak tetap saja dimakan.
Terlalu banyak lemak bisa menyebabkan kadar kolesterol berlebih, sedangkan terlalu banyak gula juga bisa memicu penyakit diabetes. Jadi, jangan biarkan makanan saat long weekend justru membuatmu menimbun penyakit ya.
Bermalas-malas ria
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Tidur selama berjam-jam atau sebaliknya terlalu sedikit menimbulkan kesehatan yang sama, yakni berpengaruh pada peningkatan risiko diabetes. Bukan hanya itu, tidur terlalu lama juga bisa membuat tubuh malah menjadi letih dan lesu sepanjang hari.
Yang paling mengejutkan, hasil studi menunjukkan, orang-orang yang tidur 9 jam atau lebih semalam, memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidur 7 atau 8 jam per malam.
Halaman 2 dari 6











































