Kamis, 30 Agu 2018 16:19 WIB

Ketika Kenaikan Harga Rokok Berdampak pada Kurangnya Asupan Gizi Anak

Firdaus Anwar - detikHealth
Harga rokok yang naik namun masih dalam jangkauan daya beli masyarakat membuat masalah baru. (Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah) Harga rokok yang naik namun masih dalam jangkauan daya beli masyarakat membuat masalah baru. (Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir harga cukai rokok di Indonesia terus naik sekitar 10 persen dengan tujuan mengurangi konsumsinya dan menambah pendapatan negara. Namun demikian beberapa pihak menilai kenaikan harga tersebut masih kurang efektif sehingga malah berdampak negatif.

Triasih Djutaharta dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia mengatakan kenaikan harga rokok selama ini masih terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Dampaknya yang terjadi adalah keluarga perokok akan tetap merokok dengan mengorbankan uang belanja rumah tangganya.



"Saya coba melihat bagaimana konsumsi rokok menurunkan komoditas pangan lainnya. Ketika rokok turun konsumsinya sebesar 4 persen, tapi karena dia sifatnya dalam bahasa ekonomi tidak elastis maka ada komoditas pangan lain yang dikorban," kata Triasih dalam seminar Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/8/2018).

Komoditas apa dalam belanja rumah tangga yang paling terkena dampak kenaikan rokok? Menurut Triasih jawabannya adalah telur, susu, dan kacang-kacangan. Hal tersebut diketahui setelah menelaah data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2014.

"Ketika harga rokok masih dimainkan dalam alokasi pengeluaran rumah tangga maka komoditas yang dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan rokok adalah menurunkan konsumsi telur/susu 4,1 persen, kacang-kacangan 3,78 persen, dan ikan/daging 0,71 persen," tulis Triasih.

Dengan berkurangnya asupan gizi dari makanan akibat rokok dampaknya secara tidak langsung memengaruhi pertumbuhan anak-anak. Tanpa asupan gizi yang ideal anak berisiko untuk tumbuh pendek (stunting).




Saksikan juga video 'Risiko Kesehatan Main Bareng Perokok':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)