Sabtu, 01 Sep 2018 15:15 WIB

Kram Otot seperti Anthony Ginting, Baiknya Kompres Hangat atau Dingin?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ketika Ginting cedera di tengah pertandingan Asian Games 2018. (Foto: Grandyos Zafna) Ketika Ginting cedera di tengah pertandingan Asian Games 2018. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Masih ingat momen menegangkan saat Anthony Sinisuka Ginting di final cabang Badminton beregu pria Asian Games 2018 Rabu (22/8/2018) lalu mengalami cedera karena kram otot? Kalau tidak ditangani dengan benar, mungkin Anthony belum bisa main keesokan harinya untuk nomor tunggal putra.

Kram otot dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara tiba-tiba yang membuat otot menjadi tegang. Akibatnya orang yang mengalami kram akan merasakan sakit serta sulit menggerakkan bagian tubuh yang mengalami kram.

Lantas, bagaimana sih cara penanganan yang benar pada orang yang mengalami kram otot? detikHealth pun menghubungi salah satu dokter kontingen tim Indonesia untuk Asian Games 2018, dr Andi Kurniawan, SpKO. Ia mengatakan bahwa orang yang mengalami kram otot harus diberikan terapi panas atau hangat.

"Bukan disemprot, tapi diterapi panas atau dihangatin pakai salep. Diterapi panas atau hangat dan langsung distretching biar ototnya lentur lagi," ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (1/9/2018).



Menurut dr Andi, salah jika seseorang yang mengalami kram otot dikompres dengan air dingin atau disemprot dingin. Hal itu bisa menyebabkan vasokonstriksi atau menegangnya jaringan otot.

Sedangkan jika dikompres air panas atau hangat dapat melebarkan pembuluh darah yang akan membuat otot-otot mengalami vasodilatasi atau melemas dan kram pun menjadi hilang.

"Kalau pakai dingin hanya bisa menghilangkan sesaat, tapi malah bisa bikin lebih kaku," tegasnya.

dr Andi yang juga dokter dari Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC) menambahkan bahwa semua cedera penanganan awalnya adalah dikompres atau disemprot dingin, kecuali kram otot.

"Itu yang harus diketahui semua orang," ungkapnya.





Simak video Kenali Cedera yang Dialami Anthony Ginting Saat Melawan China (wdw/up)