Diego Lainez Diejek Pendek, Tak Disangka Ini 5 Keuntungan Tubuh Pendek

Diego Lainez Diejek Pendek, Tak Disangka Ini 5 Keuntungan Tubuh Pendek

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 14 Sep 2018 10:38 WIB
Diego Lainez Diejek Pendek, Tak Disangka Ini 5 Keuntungan Tubuh Pendek
Keuntungan bertubuh pendek. Foto: thinkstock
Jakarta - Lagi geger di media sosial, Diego Lainez kena ejek Matt Maizga karena tinggi badan yang berbeda. Ini terjadi dalam pertandingan persahabatan Amerika Serikat Vs Meksiko, Rabu silam.

Miazga memang berpostur lebih tinggi (193 cm) dibandingkan dengan Lainez yang mempunyai tinggi 167 cm. Tapi tahu enggak sih ternyata, bertubuh kurang tinggi juga ada manfaatnya lho bagi kesehatan. Ah masa sih?

Benar deh, dikutip dari Telegraph, Jumat (14/9/2018), ini manfaat yang dimiliki oleh orang-orang bertubuh pendek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Miazga Disebut Ejek Tinggi Lawan Main, Ini 4 Faktor Bertubuh Pendek

Risiko kanker tidak sebesar orang-orang yang tinggi

Foto: Thinkstock
Penelitian dari Karolinska Institute, Stockholm terhadap lima juta orang selama 50 tahun menemukan bahwa untuk setiap penambahan tinggi badan sebanyak 10 cm, risiko kanker seseorang akan bertambah sebesar 18 persen untuk wanita dan 11 persen untuk pria.

Teori ini pun diperkuat dengan fakta bahwa wanita yang bertubuh tinggi memang cenderung berisiko lebih besar untuk terserang kanker payudara. Sedangkan pria dan wanita yang bertubuh tinggi juga berisiko mengidap kanker kulit atau melanoma. Bahkan risikonya mencapai 30 persen.

Risiko penggumpalan darah juga lebih rendah

Foto: thinkstock

Dr Sigrid Braekkan dan rekan-rekannya di Universitas Tromso di Norwegia menemukan orang yang lebih tinggi memiliki kemungkinan dua setengah kali lebih besar untuk mengembangkan Venous Thromboembolism (VTE).

VTE yaitu tersumbatnya pembuluh darah vena oleh bekuan darah. Vena yang sering mengalami VTE yaitu vena tungkai bawah.

Moga-moga sih, lebih panjang umur

Foto: ilustrasi/thinkstock
Penelitian oleh Tom Samaras dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa setiap inci memperpendek harapan hidup rata-rata 1,2 tahun.

"Kebanyakan orang percaya bahwa menjadi lebih tinggi dan lebih berat adalah tanda status sosial dan hak istimewa yang lebih tinggi," tulis Samaras.


"Namun, evaluasi objektif dari keuntungan dan kekurangan ukuran tubuh yang meningkat (tidak termasuk obesitas) menunjukkan bahwa tubuh yang lebih pendek dan lebih kecil memiliki banyak keuntungan dalam hal kesehatan dan umur panjang."

Jadi lebih siap mengatasi stres kehidupan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Orang pendek banyak berhadapan dengan stigma tidak mengenakkan di masa muda mereka, tapi ini membawa keuntungan dan menjadikan mereka lebih punya hidup yang terstruktur dan bebas masalah. Aih mantab jiwa.

Para peneliti di New York University menduga bahwa tingkat perceraian yang lebih rendah dapat dikaitkan dengan fakta bahwa pria yang lebih pendek cenderung untuk menikah di kemudian hari.

"Jika proses pacaran membutuhkan waktu lebih lama bagi pria yang lebih pendek," kata penulis studi, Abigail Weitzman, "maka pria pendek yang akhirnya memasuki pernikahan mungkin akan memasuki dasar hubungan yang lebih kuat."

Lebih kuat hadapi sun stroke

Foto: Thinkstock
Tom Samaras, peneliti Amerika yang mempelajari korelasi antara tinggi dan harapan hidup, juga mempelajari efek panas pada berbagai jenis tubuh. Temuannya menunjukkan bahwa semakin pendek seseorang, semakin kecil kemungkinan mereka mengalami efek buruk sinar matahari.

"Keuntungan dari orang tinggi yang menjaga hangat dalam cuaca dingin menjadi kerugian dalam cuaca panas," tulisnya.

Ini disebabkan karena area permukaan orang yang lebih pendek secara proporsional kehilangan panas lebih mudah daripada orang yang lebih tinggi.
Halaman 2 dari 6
Penelitian dari Karolinska Institute, Stockholm terhadap lima juta orang selama 50 tahun menemukan bahwa untuk setiap penambahan tinggi badan sebanyak 10 cm, risiko kanker seseorang akan bertambah sebesar 18 persen untuk wanita dan 11 persen untuk pria.

Teori ini pun diperkuat dengan fakta bahwa wanita yang bertubuh tinggi memang cenderung berisiko lebih besar untuk terserang kanker payudara. Sedangkan pria dan wanita yang bertubuh tinggi juga berisiko mengidap kanker kulit atau melanoma. Bahkan risikonya mencapai 30 persen.

Dr Sigrid Braekkan dan rekan-rekannya di Universitas Tromso di Norwegia menemukan orang yang lebih tinggi memiliki kemungkinan dua setengah kali lebih besar untuk mengembangkan Venous Thromboembolism (VTE).

VTE yaitu tersumbatnya pembuluh darah vena oleh bekuan darah. Vena yang sering mengalami VTE yaitu vena tungkai bawah.

Penelitian oleh Tom Samaras dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa setiap inci memperpendek harapan hidup rata-rata 1,2 tahun.

"Kebanyakan orang percaya bahwa menjadi lebih tinggi dan lebih berat adalah tanda status sosial dan hak istimewa yang lebih tinggi," tulis Samaras.


"Namun, evaluasi objektif dari keuntungan dan kekurangan ukuran tubuh yang meningkat (tidak termasuk obesitas) menunjukkan bahwa tubuh yang lebih pendek dan lebih kecil memiliki banyak keuntungan dalam hal kesehatan dan umur panjang."

Orang pendek banyak berhadapan dengan stigma tidak mengenakkan di masa muda mereka, tapi ini membawa keuntungan dan menjadikan mereka lebih punya hidup yang terstruktur dan bebas masalah. Aih mantab jiwa.

Para peneliti di New York University menduga bahwa tingkat perceraian yang lebih rendah dapat dikaitkan dengan fakta bahwa pria yang lebih pendek cenderung untuk menikah di kemudian hari.

"Jika proses pacaran membutuhkan waktu lebih lama bagi pria yang lebih pendek," kata penulis studi, Abigail Weitzman, "maka pria pendek yang akhirnya memasuki pernikahan mungkin akan memasuki dasar hubungan yang lebih kuat."

Tom Samaras, peneliti Amerika yang mempelajari korelasi antara tinggi dan harapan hidup, juga mempelajari efek panas pada berbagai jenis tubuh. Temuannya menunjukkan bahwa semakin pendek seseorang, semakin kecil kemungkinan mereka mengalami efek buruk sinar matahari.

"Keuntungan dari orang tinggi yang menjaga hangat dalam cuaca dingin menjadi kerugian dalam cuaca panas," tulisnya.

Ini disebabkan karena area permukaan orang yang lebih pendek secara proporsional kehilangan panas lebih mudah daripada orang yang lebih tinggi.

(ask/fds)

Berita Terkait