Jumat, 28 Sep 2018 15:31 WIB

Tren Makanan 'Setan' dan Kaitannya dengan Penyakit Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Contoh sajian kuliner dengan sambal setan. (Foto: dokdetikFood/Dewi Anggraini) Contoh sajian kuliner dengan sambal 'setan'. (Foto: dokdetikFood/Dewi Anggraini)
Jakarta - Sekarang ini makin ramai bermunculan tempat makan yang menawarkan berbagai olahan kuliner ekstra pedas. Hal yang khas dari kuliner semacam ini adalah penggunaan banyak cabai atau sambal sehingga sering dijuluki sebagai 'makanan setan'.

Meski tren kuliner pedas mungkin nikmat bagi beberapa orang, para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat hati-hati tidak berlebihan mengonsumsinya. Alasannya karena bagi yang tidak mampu mentoleransi cabai, makanan pedas dapat merangsang perlukaan pada saluran cerna dan memicu diare.

Selain itu dr Bambang Dwi Putra, SpJP, dari RS Pusat Jantung Harapan Kita juga menambahkan ada risiko tidak langsung makanan pedas ini untuk kesehatan jantung. Seringkali makanan diolah menggunakan garam dan minyak berlebih yang bisa memperburuk faktor risiko seseorang terhadap penyakit jantung.



"Coba ayam-ayam setan itu kan sambalnya berapa banyak garam sama minyak yang dipakai," kata dr Bambang dalam acara Peringatan Hari Jantung Sedunia di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2018).

"Makanan pedas itu pasti biasanya berminyak, digoreng. Jadi salah satunya (meningkatkan -red) kolesterol. Kandungan garam juga (meningkatkan) darah tinggi," lanjut dr Bambanh.

Kesimpulannya kolesterol dan darah tinggi adalah dua faktor risiko penyakit jantung yang perlu diwaspadai bagi para penikmat makanan pedas.




(fds/up)
News Feed