Jumat, 28 Sep 2018 16:18 WIB

Lebih Tragis dari BAB di KRL, Orang-orang Ini Tewas Gara-gara Susah BAB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jangan anggap remeh, menahan BAB bisa berakibat fatal! (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bagi banyak orang, menahan BAB (Buang Air Besar) mungkin cuma menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Tapi pada seorang remaja di Inggris, dampaknya jadi sangat fatal.

Ini terjadi pada 2015, menimpa Emily Titterington, seorang remaja putri berusia 16 tahun. Emily yang dikabarkan mengidap fobia toilet ini meninggal karena serangan jantung, setelah menahan BAB selama 8 pekan!

Kotoran atau feses yang menumpuk di ususnya memicu tekanan yang sangat besar di rongga perut, lalu menekan dada dan organ-organ vital di dalamnya. Usus besarnya dikabarkan melebar sampai ukuran yang tidak wajar. "It was dramatic," tulis sebuah laporan pemeriksaan post-mortem, dikutip dari The Independent.

Emily yang juga mengidap autisme disebutkan mengalami masalah usus besar sepanjang hidupnya. Namun dokter belum mengetahui pasti penyebabnya.



Seorang paramedis yang memeriksa Emily sebelum akhirnya meninggal, Lee Taylor, menyebut remaja ini tampak pucat saat ditemuinya. Emily disebutnya mengeluhkan nyeri di tulang belikat, tapi ia tidak menyadari pembengkakan perut dan menolah dibawa ke rumah sakit.

Emily akhirnya ditemukan meninggal di dekat pintu kamar mandi beberapa waktu kemudian.

Persoalan BAB bagi sebagian orang memang menjadi masalah serius. Bahkan musisi legendaris Elvis Presley dilaporkan meninggal dunia pada 1977 karena konstipasi (susah BAB) kronis. Dikutip dari Foxnews, usus besarnya dikabarkan melebar hingga 2 kali ukuran normal dan diyakini berhubungan dengan kematiannya.

(up/wdw)