Jumat, 19 Okt 2018 09:25 WIB

Waspada, Sering Kesemutan Pertanda Terkena Diabetes

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock
Jakarta - Setiap orang memang pernah mengalami kesemutan. Biasanya gejala ini dirasakan ketika kaki atau tangan tertimpa dengan benda atau anggota tubuh lain dalam waktu lama.

Namun bagaimana jika kesemutan sering menyerang tanpa sebab? Hati-hati, seseorang yang mengalami kesemutan bisa saja terkena diabetes.


Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, kesemutan atau paresthesia sebenarnya adalah sensasi yang lumrah terjadi. Apalagi jika seseorang duduk terlalu lama atau tertidur dengan posisi tangan tertindih kepala maupun badan.

Kesemutan terjadi karena adanya tekanan yang terlalu lama pada syaraf sehingga penghantaran sinyal syaraf menjadi terganggu. Kondisi ini sebenarnya tidak membahayakan kesehatan dan akan pulih dengan sendirinya ketika sumber tekanan dilepaskan dari anggota tubuh yang kesemutan.

Namun dalam Buku Pegangan Diabetes karya Bilous dan Donelly R disebutkan bahwa kesemutan yang muncul berulang kali tanpa sebab yang jelas bisa merepresentasikan penyakit kronis yang berbahaya seperti diabetes.

Neuropati diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes yang bermanifestasi menjadi gejala seperti kebas dan nyeri. Dengan begitu, tidak salah jika diabetes menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai jika rasa kebas tak kunjung pergi.

Selain kebas dan kesemutan, World Health Organization menyebut ada 3 gejala lain yang umum dialami jika seseorang terkena diabetes. Di antaranya sering merasa haus dan banyak minum (polydipsia), sering merasa lapar dan makan banyak (polyphagia), serta sering buang air kecil (polyuria).

Waspada, Sering Kesemutan Pertanda Terkena DiabetesFoto: Dok Tropicana Slim

Jika ketiga kondisi tersebut terjadi ketika rasa kebas mendera, tak ada salahnya untuk mengecek kadar gula darah, terutama kadar gula darah puasa, HbA1c, dan toleransi glukosa oral.

Hal yang tak kalah penting, segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat. Selain itu, batasi asupan gula untuk mengurangi risiko terkena diabetes. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengganti gula dengan pemanis rendah kalori ketika menikmati minuman favorit.


Saksikan juga video 'Kesemutan Jangan Dianggap Remeh':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/up)